Efek Larangan AS, Huawei Kurangi Produksinya Tahun Depan

Ilustrasi ponsel Huawei

FAJAR.CO.ID, TEKNO — Huawei mengejutkan dunia teknologi ketika muncul sebagai merek smartphone nomor satu di Q2 2020, melewati Samsung. Dipercaya secara luas bahwa pabrikan dapat memanfaatkan pemulihan COVID-19 di pasar asalnya di China, sementara benteng Samsung di Eropa dan Amerika Utara terpukul parah oleh pandemi.

Sayangnya untuk Huawei, outlet Korea The Elec sekarang melaporkan bahwa merek tersebut berencana memproduksi smartphone yang jauh lebih sedikit pada tahun 2021.

Huawei dilaporkan mengatakan kepada subkontraktor Korea Selatan bahwa mereka berencana untuk memproduksi hanya 50 juta unit tahun depan.

Bagaimana jika dibandingkan dengan tahun 2020? Nah, itu akan menjadi penurunan 74% dibandingkan dengan ekspektasi pengiriman 190 juta unit tahun ini.

Selain itu, Huawei mengirimkan lebih dari 55 juta unit pada Q2 2020 saja. Publikasi Korea menambahkan bahwa larangan AS secara langsung harus disalahkan atas angka 2021 yang terlihat.

Efek larangan ASHuawei telah terpengaruh oleh sanksi AS terhadap perusahaan, melarang perusahaan menggunakan layanan Google pada perangkat barunya, sementara juga melarang penggunaan banyak komponen AS.

Namun, langkah Washington untuk melarang pembuat chip seperti TSMC memproduksi chip Kirin milik Huawei sendiri berarti perusahaan tersebut harus bergantung pada pembuat chip lain, stok prosesor yang ada, serta chip dari perusahaan seperti MediaTek.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...