Gaet Informasi Kasus Besar, MAKI: Kami Tidak Punya Alat Sadap, Hanya Handphone

Rabu, 9 September 2020 16:53

KAWAL KASUS: Koordinator MAKI Boyamin Saiman. MAKI mendapatkan informasi dan data dari berbagai pihak, tapi bukan dari B...

MAKI menerima informasi dari pesan pendek, telepon, atau ketemu langsung. Prinsip kerja mereka: semua informasi dugaan perbuatan menyimpang diteruskan ke penegak hukum. Jika aparatnya mbalela, ya digugat ke pengadilan.

AGUS DWI P.-SAHRUL Y., Jakarta-Solo

SEANDAINYA Eugene-Francois Vidocq tidak mau bekerja sama dengan aparat penegak hukum di Prancis pada 1800-an silam, barangkali geng-geng perampok di sana aman-aman saja. Jika tim satuan tugas (satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin Novel Baswedan tak menjejaki informasi soal ’’selingkuhan’’ Tin Zuraida, mungkin Nurhadi belum ketemu sampai sekarang.

Di kasus Djoko Soegiarto Tjandra, seandainya permohonan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Juni lalu tak terdeteksi, buron yang akrab disapa Joker itu mungkin tetap santai. Tanpa capek-capek berurusan dengan tiga lembaga penegak hukum sekaligus: Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan KPK.

Kerja aparat penegak hukum (APH) memang kerap berawal dari laporan masyarakat. Sesuai dengan ketentuan, setiap orang memang berhak mengadu dan melapor ke penyelidik atau penyidik. Asal orang itu mengalami, melihat, menyaksikan, dan atau menjadi korban peristiwa tindak pidana. Aturan itu ada di pasal 108 ayat (1) KUHAP (kitab acara pidana).

Bagikan berita ini:
8
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar