Gaet Informasi Kasus Besar, MAKI: Kami Tidak Punya Alat Sadap, Hanya Handphone

Rabu, 9 September 2020 16:53

KAWAL KASUS: Koordinator MAKI Boyamin Saiman. MAKI mendapatkan informasi dan data dari berbagai pihak, tapi bukan dari BIN. (AGUS DWI PRASETYO/JAWA POS)

MAKI tercatat pernah bersinggungan dengan kasus-kasus yang menyita perhatian masyarakat. Selain menjadi pelapor, MAKI mengawal kasus tersebut agar terus berjalan. Misalnya, penanganan kasus korupsi Bank Century yang dipraperadilankan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Putusan hakim memerintah KPK untuk menetapkan beberapa tersangka.

Khusus untuk kasus-kasus yang melibatkan orang-orang ’’besar’’, MAKI mengaku mengumpulkan informasi lewat jejaring pertemanan dan relasi yang sudah lama terbangun di lingkungan institusi penegak hukum. Membangun jaringan ’’cepu’’ itu dimulai sejak 2003 atau awal-awal dirinya hijrah ke Jakarta. “Informanku bukan dari BIN (Badan Intelijen Negara) atau orang-orang Pejaten (sebutan markas BIN),” ungkap pria kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, tersebut.

Boyamin mengaku tidak akan membuka nama orang-orang yang telah memberinya informasi dan data terkait dengan korupsi maupun penyimpangan. “Pelapor itu yakin ke saya, karena saya tidak mencari duit dari data itu,” ujarnya.

Boyamin berkomitmen membayar informasi dan kepercayaan para pelapor itu dengan mengawal kasus sampai tuntas. Lewat MAKI, Boyamin beberapa kali menggugat institusi penegak hukum melalui praperadilan karena kasus yang dilaporkannya mangkrak alias tidak ditindaklanjuti. “Saya menjamin sumber informasi saya itu aman,” papar mantan anggota DPRD Solo tersebut.

Bagikan berita ini:
10
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar