Kabareskrim Beri 9 Tips untuk Cegah Peretasan Email

Rabu, 9 September 2020 10:57

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan 9 tips untuk menghindari peretasan email yang bisa menimbulkan kerugian. Hal tersebut dia sampaikan setelah jajarannya berhasil mengungkap sindikat internasional Nigeria-Indonesia terkait penipuan bermodus hacker atau peretasan pada email di perusahaan Althea Italy S.p.a.

“Setidaknya ada sembilan langkah yang perlu dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya peretasan email,” kata Listyo dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9).

Listyo menyampaikan bahwa masyarakat, lembaga maupun perusahaan yang khawatir menjadi korban peretasan juga bisa berkonsultasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Nantinya petugas akan memberikan panduan langkah untuk mencegah terjadinya peretasan.

“Terkait pencegahan peretasan email, masyarakat juga bisa melakukan konsultasi dengan jajaran Direktorat Siber Bareskrim Polri,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan pembelian alat ventilator pasien Covid-19. Korbannya teridentifikasi sebuah perusahaan di Italia.

“Kejadian ini terjadi kurun waktu antara Maret hingga Mei 2020. Awalnya perusahaan Italia yang bergerak di bidang pelaksanaan kesehatan melakukan transaksi jual beli dengan perusahaan Tiongkok,” kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (7/9).

Perusahaan di Italia itu sudah menyepakati perjanjian pembelian ventilator dan monitor Covid-19. “Beberapa kali pembayaran sudah dilakukan. Di tengah perjalanan ada seorang mengaku GM dari perusahaan Italia menginformasikan terjadi perubahan rekening terkait pembayaran,” kata Listyo.

Berikut 9 langkah untuk mencegah aksi peretasan email:

  1. Lengkapi pemeriksaan keamanan akun email secara rutin di Pemeriksaan Keamanan. Kemudian dapat menambahkan nomor ponsel dan alamat email pemulihan akun, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah (two step verification). Tambahkan juga perintah ponsel, pasang Google Authenticator (apabila email Gmail), menyiapkan nomor ponsel cadangan, dan menyiapkan rangkaian kode cadangan.
  2. Membuat kata sandi yang rumit agar menjaga akun tetap aman. Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun agar apabila ada satu akun yang terjadi peretasan, akun lain tidak mengalami peretasan. Sebaiknya gunakan kata sandi yang dapat diingat dengan baik dan tidak membagikan akun kepada pihak lain, misalnya melakukan jual-beli akun dan sebagainya.
  3. Jangan mudah tergoda terhadap situs maupun email yang menjanjikan sesuatu, misalnya game gratis atau iPhone gratis. Waspadai penipuan yang mengatasnamakan Google yang bisa berdampak menjadi peretasan. Jika ragu dengan situs tersebut, sebaiknya tidak memasukkan identitas diri. Jika ada alamat Gmail yang melakukan penipuan, dapat melaporkannya melalui halaman yang disediakan oleh google. Juga dapat menambahkan ekstensi yang memberikan peringatan terhadap kata sandi yang Anda gunakan, seperti Password Alert.
  4. Lakukan pemindaian secara berkala pada perangkat yang kita gunakan untuk menghindari virus maupun malware yang dapat mendeteksi kata sandi yg kita gunakan. Jika Anda menggunakan Chrome, dapat mengikuti langkah membersihkan Chrome dari perangkat lunak perusak dan memindai komputer dengan alat pembersih Chrome. Perbarui juga aplikasi browser dan antivirus secara berkala agar tetap terbarui dan menghindari peretasan.
  5. Periksa aktivitas akun terakhir untuk melihat apakah ada tindakan yang mencurigakan dalam akun kita. Hapus juga perangkat yang tidak pernah kita gunakan dalam akun dengan memutus akses. Hapus juga akses akun terhadap aplikasi yang tidak terpercaya. Lihat juga aktivitas akun terakhir, dan pastikan akun itu kita yang menguasai.
  6. Selalu keluar dari akun dan hapus formulir, sandi, cache, dan cookie secara berkala dalam browser, khususnya apabila kita menggunakan perangkat publik (yang diakses bukan hanya oleh kita).
  7. Selalu setel kunci layar perangkat agar jika sewaktu-waktu ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan perangkat kita, mereka tidak langsung memiliki akses ke akun Google kita. Aktifkan juga Pengelola Perangkat Android agar kita tetap dapat menghapus, menderingkan, dan mengunci perangkat ketika perangkat kita hilang.
  8. Batalkan segera apabila ada seseorang yang mencoba meretas akun kita dan kita menerima email bahwa ada seseorang yang meminta untuk melakukan penyetelan kata sandi. Pastikan juga verifikasi dua langkah selalu diaktifkan dengan baik.
  9. Langsung ganti kata sandi dan lakukan Pemeriksaan Keamanan apabila kita mencurigai ada orang yang menyusupi akun. Untuk mempelajari bagaimana tanda-tanda seseorang menyusupi akun Anda, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah tetap waspada agar akun Anda tetap aman. (jpc)

Bagikan berita ini:
9
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar