Kemenag Batal Potong Dana BOS

Menteri Agama

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kebijakan Kemenag memotong dana bantuan operasional sekolah/madrasah (BOS) Rp 100 ribu per siswa menuai protes. Di saat meningkatnya biaya pendidikan di masa pandemi Covid-19, Kemenag bukannya mengucurkan bantuan malah mengurangi alokasi dana BOS. Akhirnya secara resmi Menag Fachrul Razi membatalkan pemotongan dana BOS itu.

Dana BOS di Kemenag menyasar jutaan siswa. Perinciannya adalah untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 3.894.365 murid, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 3.358.773 murid, dan Madrasah Aliyah (MA) 1.495.294 murid. Kemudian jenjang Ula 27.540 murid, Wustha 114.517 murid, dan Ulya 18.562 murid. Dari pemotongan dana BOS Rp 100 ribu per murid, terkumpul dana penghematan lebih dari Rp 1 triliun.

Keputusan pembatalan pemotongan itu disampaikan Fachrul saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (8/9). Sebelum keluar keputusan itu, Fachrul dan jajarannya dihujani protes dari parlemen. Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan mereka tidak ingin Kemenag melakukan pemotongan dana BOS. ’’WA (pesan WhatsApp, Red) sudah viral ini,’’ katanya.

Dalam pesan berantai itu, seolah-olah pemotongan dana BOS yang dilakukan Kemenag atas persetujuan DPR. Yandri menegaskan Komisi VIII DPR sama sekali tidak pernah diajak membahas atau bahkan menyetujui pemotongan dana BOS Rp 100 ribu per siswa itu. Dia mengatakan pada kondisi normal saja, madrasah banyak mengalami kesusahan finansial. Apalagi pada masa Covid-19 dan anggaran dana BOS-nya dipotong.

Komentar

Loading...