Kontroversi Puan Maharani, Refly Harun: Kalau Cara Berpikir Demikian, Waduh Hancur Kita

Pakar hukum tata negara Refly Harun -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pancasila seharusnya dimaknai secara utuh dan menyeluruh sebagai sebuah kesatuan. Sebab bila dimaknai secara parsial, justru akan mendegradasi esensi Pancasila itu sendiri lantaran kelima sila merupakan satu kesatuan.

“Jadi, Pancasila itu bukan satu nilai, bukan soal toleransi saja. Pancasila itu adalah satu kesatuan. Mulai dari ketuhanan, rasa kemanusiaan, memelihara persatuan, demorkatis, memahami bahwa kedaulatan rakyat itu adalah hukum tertinggi bagi sebuah negara dan juga berlaku adil,” ujar Refly Harun, Selasa (8/9/2020).

Refly pun menyesalkan nilai-nilai luhur yang sudah diformulasikan oleh para pendiri bangsa dalam Pancasila justru tidak diejawantahkan oleh pejabat negara. Pancasila, kata dia, kerap dimaknai secara sempit dan hanya sebatas jargon.

“Misalnya apa yang disampaikan Puan Maharani,” ungkap Refly.

Puan Maharani, kata Refly, dengan pernyataan kontroversialnya soal ‘Semoga Sumbar (Sumatera Barat) mendukung negara Pancasila’ itu menunjukkan bahwa Pancasila dimaknai secara sempit berdasarkan kepentingan tertentu.

“(Puan) memandang Sumbar itu hanya dari sisi bahwa ini sebuah provinsi yang tidak bisa menerima PDIP. Sebut provinsi yang tidak menerima PDIP adalah provinsi yang intoleran, yang tidak pro-Pancasila. Kalau cara berpikir demikian, waduh, hancur kita (negara),” imbuhnya.

Menurut Refly, setiap provinsi di Indonesia memiliki karakteristik nilai Pancasila yang menonjol. Ini tidak bisa digeneralisir apalagi dilabeli oleh pejabat negara dengan anggapan tidak Pancasilais.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...