Letjen Dodik Widjanarko Beber Ketakutan Prada MI hingga Sebar Kabar Dikeroyok

Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Widjanarko. Foto: ANTARA/HO-Penerangan Puspomad

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko menyampaikan perkembangan terbaru hasil penyidikan kasus penyerangan terhadap Polsek Ciracas, Jakarta Timur, yang terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

Penyerangan diduga dilakukan sejumlah oknum anggota TNI, akibat terprovokasi kalimat Prada MI.

Prada MI menyebarkan kabar ke rekan-rekannya, mengaku menjadi korban pengeroyokan. Padahal, ia mengalami kecelakaan tunggal.Letjen Dodik mengatakan, penyidik Pomdam Jaya telah menetapkan Prada MI sebagai tersangka kasus perusakan Mapolsek Ciracas.

“Terhadap Prada MI, pada Jumat (4/9) telah selesai menjalani perawatan di RS Ridwan Maudireksa, selanjutnya diserahkan ke penyidik Pomdam Jaya. Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton, statusnya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Dodik Widjanarko saat jumpa pers di Markas Puspomad, Jakarta, Rabu (9/9).

Seperti diketahui, penyerangan Mapolsek Ciracas berawal dari kabar bohong Prada MI kepada rekan-rekannya. Prada MI mengaku dikeroyok oleh warga sipil.

Prada MI dikenakan pasal 14 ayat 1 jo ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1948 tentang peraturan hukum pidana yang berbunyi, pertama, barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitaan bohong sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dihukum dengan penjara dengan maksimal dengan 10 tahun.

Kedua, barang siapa menyiarkan suatu berita mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat sedangkan ia patut menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong dihukum penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Komentar

Loading...