Residivis Kembali Berbuat Terlarang di Jl Gunung Merapi, Polisi Beri Timah Panas

Pelaku pencurian tas di JL Gunung Merapi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kaki sebelah kanan Warman Syah alias Botak lumpuh. Timah panas bersarang di kaki pemuda berusia 33 tahun ini.

Cucuran keringat mengalir deras di kepalanya. Dia tak kuat menahan panasnya hawa di ruang tahanan Polsek Ujung Pandang.

Kesengsaraan yang ia alami pantas didapatkan oleh pelaku pencurian tas milik korban, yang bernama Fransiskus.

Tas itu direbut oleh Warman bersama temannya yang kini masih buron. Keduanya mengendarai sepeda motor lalu memutus tali tas milik korban menggunakan badik agar mudah dibawa kabur para pelaku ini.

Peristiwa aksi terlarang itu terjadi di Jalan Gunung Merapi, Kota Makassar, pada 6 Juli 2020 lalu.

“Saat korban sedang memindahkan barangnya ke dalam mobil di jalan itu, kedua pelaku datang dan merampas tas yang berisi uang senilai Rp10 juta milik korban,” kata Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning, Rabu (9/9/2020).

Pelaku yang memotong tas milik korban menggunakan badik, rupanya korban juga terkena sabetan senjata tajam itu di bagian tangan akibat perbuatan pelaku.

Atas peristiwa itu, korban pun melapor ke aparat kepolisian. Berbekal kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi, pelaku Warman akhirnya tertangkap di Jalna Laiya, pada Minggu (6/9/2020) lalu.

“Pelaku menghunuskan badik. Pelaku bermaksud memotong tali tas korban. Korban terkena sabetan badik pelaku dan mengalami luka terbuka di lengannya. Pelaku ini (Warman) adalah tukang parkir,” jelas perwira tiga balok ini.

Komentar

Loading...