Residivis Kembali Berbuat Terlarang di Jl Gunung Merapi, Polisi Beri Timah Panas

Rabu, 9 September 2020 21:26

Pelaku pencurian tas di JL Gunung Merapi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kaki sebelah kanan Warman Syah alias Botak lumpuh. Timah panas bersarang di kaki pemuda berusia 33 tahun ini.

Cucuran keringat mengalir deras di kepalanya. Dia tak kuat menahan panasnya hawa di ruang tahanan Polsek Ujung Pandang.

Kesengsaraan yang ia alami pantas didapatkan oleh pelaku pencurian tas milik korban, yang bernama Fransiskus.

Tas itu direbut oleh Warman bersama temannya yang kini masih buron. Keduanya mengendarai sepeda motor lalu memutus tali tas milik korban menggunakan badik agar mudah dibawa kabur para pelaku ini.

Peristiwa aksi terlarang itu terjadi di Jalan Gunung Merapi, Kota Makassar, pada 6 Juli 2020 lalu.

“Saat korban sedang memindahkan barangnya ke dalam mobil di jalan itu, kedua pelaku datang dan merampas tas yang berisi uang senilai Rp10 juta milik korban,” kata Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning, Rabu (9/9/2020).

Pelaku yang memotong tas milik korban menggunakan badik, rupanya korban juga terkena sabetan senjata tajam itu di bagian tangan akibat perbuatan pelaku.

Atas peristiwa itu, korban pun melapor ke aparat kepolisian. Berbekal kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi, pelaku Warman akhirnya tertangkap di Jalna Laiya, pada Minggu (6/9/2020) lalu.

“Pelaku menghunuskan badik. Pelaku bermaksud memotong tali tas korban. Korban terkena sabetan badik pelaku dan mengalami luka terbuka di lengannya. Pelaku ini (Warman) adalah tukang parkir,” jelas perwira tiga balok ini.

Dari catatan aparat kepolisian, pelaku yang tertangkap ini rupanya seorang residivis. Dia sudah dua kali melakukan hal serupa pada waktu dan tempat yang berbeda di Kota Makassar.

“Kasus berulang. Pelaku ada sangkutan dengan laporan di polisi yang sama ada di Polres Pelabuhan dan Polres Gowa. Iya residivis kasus yang sama dua kali,” kata eks Kasat Reskrim Polres Wajo ini.

Pemuda yang sudah bagaikan kepala batu yang tidak mau tobat ini pernah ditahan di Polrestabes Makassar pada tahun 2012.

Di sana, dia menjalani hukuman pidana selama tiga tahun lebih enam bulan. Juga pernah diamankan di Polsek Mamajang pada kasus pencurian tahun 2007. Pelaku menjalani hukuman pidana selama 1 Tahun.

Namun saat penyidik Polsek Ujung Pandang sedang melakukan pengembangan, pelaku justru melawan dengan cara mendorong dan lari.

Sayangnya, langkah kaki pelaku ini tak sekencang laju proyektil peluru yang keluar dari senjata api milik polisi. Kaki kanannya tertembak.

“Pelaku melawan dan kami tembak. Kami ancam dia dengan Pasal 365 ayat 2 KUHP. Ancaman 12 tahun kurungan penjara,” tegas perwira berambut klimis ini. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI