Selain Ubah Lambang Garuda, Paguyuban Tunggul Rahayu Ingin Cetak Uang Sendiri, Begini Penampakannya

Kepala Kesbangpol Jawa Barat Raden Iip Hidayat menunjukkan kelengkapan administrasi pengajuan perizinan Paguyuvab Tunggul Rahayu. Foto: Arief/PojokSatu.id

“Kalau uang asli kan Sukarno ya gambarnya, atau pahlawan lainnya. Ini semuanya gambar ketua ormas tersebut atas nama Sukarman ” jelas Iip.

Uang tersebut belum dicetak oleh Sukarman, hanya disiapkan sebagai desain saja.

“Belum dicetak, sehingga bisa kita hentikan praktik yang dilakukan oleh Sukarman ini,” jelasnya.

Saat ini, Kesbangpol Garut bersama Forkompinda Garut terus mendalami aktifitas ormas tersebut.

“Ada dua langkah yang dilakukan. Penegakan hukum serta sosialisasi ke masyarakat agar isu ini tak meluas,” tandasnya.

Berdasarkan foto yang diterima redaksi, desain uang Tunggul Rahayu itu mengambil atau meniru desain uang yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI).

Yakni keluaran 1960 seri Soekarno dengan pecahan Rp5, Rp10, dan Rp25 dan tahun 1961 dengan pecahan Rp1, juga seri Soekarno.

Namun, untuk desain uang Tunggul Rahayu, mengalami sejumlah perubahan.

Yang paling mencolok adalah sosok Soekarno yang pada bagian kepalanya diganti dengan foto ketua Paguyubuan Tunggul Rahayu, Sukarman.

Pada pecahan 20.000 uang Tunggul Rahayu, gambar Garuda juga dirubah dirubah dengan Garuda versi Tunggul Rahayu.

Di bagian belakang uang tersebut, gambar penari Bali juga diganti dengan gunungan wayang kulit.

Selebihnya, tidak ada perbedaan lain selain nilai nominal yang juga dirubah.(arf/ruh/pojoksatu)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...