Selain Ubah Lambang Garuda, Paguyuban Tunggul Rahayu Ingin Cetak Uang Sendiri, Begini Penampakannya

Kepala Kesbangpol Jawa Barat Raden Iip Hidayat menunjukkan kelengkapan administrasi pengajuan perizinan Paguyuvab Tunggul Rahayu. Foto: Arief/PojokSatu.id

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Paguyuban Tunggul Rahayu yang berpusat di Cisewu, Garut, heboh di media sosial. Pasalnya, selain merubah lambang Garuda Pancasila, paguyuban itu juga mendesain uang sendiri.

Kepala Kesbangpol Jawa Barat, Raden Iip Hidayat menjelaskan, paguyuban ini terdeteksi sejak 2017 lalu.

Hal itu diketahui saat kelompok tersebut mengajukan administrasi perizinan ke Kesbangpol Garut.

“Jadi saat 2017 itu ada pengajuan izin pendirian ormas ada yang aneh, yakni logo ormas tersebut mirip Garuda Pancasila, lalu aspek legal formal seperti pendirian yayasan dan SK Kemenkumham belum ada. Di situ ada keanehan,” jelasnya, Rabu (9/9/2020).

Soal uang yang rencananya akan diluncurkan ormas ini, ditegaskan Iip secara normatif sudah melanggar UU tentang Uang.

“Coba lihat uang asli, kan ada peringatan dilarang keras mengcopy dan memproduksi uang, ada hukumannya,” tegas Iip.

Berdasarkan pengamatan PojokSatu.id, desain uang Tunggul Rahayu ini tak jauh berbeda dengan uang yang diproduksi negara.

Namun yang cukup mencolok adalah pada foto yang ditampilkan dalam desain uang tersebut.

Jika uang produksi negara selalu menampilkan sosok pahlawan, dalam desain uang Tunggul Rahayu menampilkan foto ketua ormas tersebut, yakni Sukarman.

Sedangkan desain uang yang sudah dipersiapkan ada dalam pecahan mulai dari 1.000, 5.000, 10.000 sampai pecahan 20.000.

“Kalau uang asli kan Sukarno ya gambarnya, atau pahlawan lainnya. Ini semuanya gambar ketua ormas tersebut atas nama Sukarman ” jelas Iip.

Uang tersebut belum dicetak oleh Sukarman, hanya disiapkan sebagai desain saja.

“Belum dicetak, sehingga bisa kita hentikan praktik yang dilakukan oleh Sukarman ini,” jelasnya.

Saat ini, Kesbangpol Garut bersama Forkompinda Garut terus mendalami aktifitas ormas tersebut.

“Ada dua langkah yang dilakukan. Penegakan hukum serta sosialisasi ke masyarakat agar isu ini tak meluas,” tandasnya.

Berdasarkan foto yang diterima redaksi, desain uang Tunggul Rahayu itu mengambil atau meniru desain uang yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI).

Yakni keluaran 1960 seri Soekarno dengan pecahan Rp5, Rp10, dan Rp25 dan tahun 1961 dengan pecahan Rp1, juga seri Soekarno.

Namun, untuk desain uang Tunggul Rahayu, mengalami sejumlah perubahan.

Yang paling mencolok adalah sosok Soekarno yang pada bagian kepalanya diganti dengan foto ketua Paguyubuan Tunggul Rahayu, Sukarman.

Pada pecahan 20.000 uang Tunggul Rahayu, gambar Garuda juga dirubah dirubah dengan Garuda versi Tunggul Rahayu.

Di bagian belakang uang tersebut, gambar penari Bali juga diganti dengan gunungan wayang kulit.

Selebihnya, tidak ada perbedaan lain selain nilai nominal yang juga dirubah.(arf/ruh/pojoksatu)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...