Suap Jaksa Pinangki, Jaksa Periksa Anak Mantan Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie

Jaksa Pinangki

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketika Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin sedang berada di Badiklat Kejaksaan, pejabat teras lima kementerian dan lembaga berkumpul di kantor Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung kemarin (8/9).

Mereka datang untuk turut serta dalam gelar perkara kasus dugaan korupsi dengan tersangka Pinangki Sirna Malasari.

Selama sekitar tiga jam, perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam); Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, Komisi Kejaksaan (Komjak), serta Kejaksaan Agung (Kejagung) membedah kasus hukum yang menyeret nama Djoko Tjandra tersebut.

”Membuktikan bahwa kejaksaan tidak pernah menutup-nutupi penanganan perkara (Pinangki) itu,” kata Jampidsus Ali Mukartono.

Gelar perkara bersama tersebut berlangsung setelah muncul banyak desakan dari berbagai pihak. Utamanya yang merasa khawatir terhadap potensi konflik kepentingan dalam penanganan kasus Pinangki. Ali mengakui, ada beragam masukan yang disampaikan dalam kesempatan kemarin. Dia juga menyebutkan, penyidikan kasus dugaan suap yang nyaris seratus persen rampung itu dibuka tanpa kecuali.

Termasuk yang berkaitan dengan materi penyidikan. Misalnya, soal jaksa agung yang disebut-sebut memberikan izin kepada Pinangki untuk bertemu Djoko Tjandra. Namun, lantaran menjadi bagian dari materi penyidikan, dia tidak menyampaikan secara detail. Dia hanya memastikan, publik segera mengetahui hasilnya. ”Nanti di pengadilan muncul itu,” tegasnya.

Komentar

Loading...