56 Oknum TNI Jadi Tersangka Kasus Perusakan Polsek Ciracas

Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang sekelompok orang yang tidak dikenal pada Sabtu 29 Agustus dini hari. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebanyak 56 anggota TNI ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. 50 anggota dari TNI angkatan Darat (AD) dan 6 dari Angkatan Laut (AL).

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko mengatakan 50 prajurit telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8).

“Yang sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan ditahan sebanyak 50 personel,” ujarnya di Markas Puspomad, Jakarta, Rabu (9/9).

Dijelaskannya, penetapan 50 tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejak 3 September 2020 hingga 8 September 2020. Pemeriksaan dilakukan terhadap 81 prajurit dari 34 satuan. Dari total yang terperiksa, sebanyak tiga personel dalam tahap pendalaman.

Kemudian sebanyak 23 personel untuk sementara dikembalikan ke satuannya karena murni hanya sebagai saksi. Namun, masih tetap dilakukan pemeriksaan.

“Proses penyidikan dan penyelidikan masih terus berjalan sesuai dengan ketentuan hukum,” tegasnya.

50 tersangka tersebut termasuk Prada MI, sang penyebar hoaks terkait pengeroyokan terhadap dirinya. Hoaks yang membuat rekan-rekannya melakukan perusakan Mapolsek Ciracas.

Terkait motif, Dodik mengatakan Prada MI sengaja menyebarkan hoaks karena takut dan malu karena mabuk sebelum kecelakaan tunggal.

“Perlu diketahui motif tersangka Prada MI memberikan keterangan bohong. Pertama ada perasaan takut kepada satuan apabila diketahui sebelum kecelakaan tunggal, yang bersangkutan minum-minuman keras anggur merah,” ungkapnya.

Komentar

Loading...