Anies Baswedan Perketat Jakarta, Pengamat Ekonomi Prediksi Indonesia Begini…

Titik pemeriksaan atau check point penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta. Foto: Ricardo/JPNN.Com

Kebijakan PSBB di Jakarta yang meniadakan kegiatan perkantoran telah memberikan sentimen negatif terhadap Indeks Hasil Saham Gabungan (IHSG), Kamis, 10 September 2020. Pelemahan IHSG mencapai 5,0 persen pada pukul 10.36 WIB.

Kondisi IHSG kali ini sentimen secara nasional karena investor melihat tren kasusnya sudah makin meningkat, apalagi dikonfirmasi dengan langkah Pemprov DKI Jakarta melakukan PSBB yang lebih ketat, bukan lagi PSBB transisi.

“Investor membaca ini sebagai ada kemungkinan proses pemulihan ekonomi akan lebih lama, sehingga beberapa investor mengambil keputusan untuk sementara keluar dari situasi yang memang bagi mereka belum menguntungkan,” kata Yusuf.

“PSBB Jakarta yang diperketat kembali akan berpeluang membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga berada pada level negatif. Sehingga secara teknikal Indonesia akan terkena resesi, karena pertumbuhan minus dua kuartal berturut-turut,” tambahnya.

Diketahui, angka rata-rata kasus positif COVID-19 di Jakarta adalah 13,2 persen atau di atas ketentuan aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berada di bawah 5,0 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas menginjak rem darurat dengan resmi mencabut kebijakan PSBB Transisi dan memberlakukan kembali PSBB Total.

Keputusan itu diambil berdasarkan tiga indikator, yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur dan ICU khusus pasien COVID-19, serta tingkat kasus positif di Jakarta.

Pemberlakuan kembali PSBB yang diperketat ini mulai 14 September 2020, tetapi belum diketahui kapan berakhirnya. (ant/jpnn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...