BNNP Gerebek Gudang Penyimpanan Sabu-sabu

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priambadha menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang dibungkus magnesium saat menggerebek gudang penyimpanan di daerah Gunung Anyar Surabaya, Rabu (9/9). (Willy Irawan/Antara)

BNNP, Gerebek, Gudang, Penyimpanan, Sabu-sabu

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur menggerebek gudang penyimpanan sabu-sabu di salah satu bangunan rumah toko (ruko) di kawasan Gunung Anyar Surabaya, Rabu (9/9) malam.

”Dari penggerebekan ini, kami menangkap tiga orang tersangka dan menyita barang bukti sabu-sabu seberat delapan kilogram,” ujar Kepala BNNP Jatim Brigadir Jenderal Polisi Bambang Priambadha seperti dilansir dari Antara di lokasi penggerebekan.

Tiga orang tersangka yang diamankan adalah Ridwan asal Sampang, Suwoto warga Jember, dan Septian warga Semarang, Jawa Tengah. Ridwan dan Suwoto adalah kurir sedangkan Septian adalah penjaga gudang tersebut.

Bambang mengungkapkan, penggerebekan bermula informasi yang didapat dari masyarakat terkait pengiriman narkoba di Surabaya dan Madura. ”Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga ke Jember,” ucap Bambang Priambadha.

Setelah melakukan pengintaian, didapati dua tersangka Ridwan dan Suwoto yang berasal dari Sampang dan Jember, melakukan pengiriman ke Surabaya.

”Setelah itu, kami menemukan gudang penyimpanan sabu-sabu di Surabaya. Di sini ditemukan delapan kilogram sabu-sabu yang dibungkus magnesium dari jaringan asal Malaysia,” ungkap Bambang Priambadha.

Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan tujuh karton besar sabu-sabu yang dibungkus magnesium. Sabu-sabu tersebut dikirim dari Malaysia ke gudang. Dari gudang dikirim ke pemesan di Kota Surabaya dan Madura.

”Dari situ kami belum kembangkan kandungan apa yang ada dibungkus magnesium tersebut,” ucap Bambang Priambadha.

Para pelaku, lanjut dia, diimingi-imingi upah sebesar Rp 30 juta untuk mengirim sabu-sabu tersebut.

Tersangka Suwoto mengaku, disuruh seseorang untuk mengambil barang dengan imbalan uang. Namun, dia tidak mengetahui barang apa yang diambilnya. ”Disuruh ambil. Saya tidak tahu barang apa. Imbalannya Rp 30 juta. Masalah sabu saya kurang paham. Baru tadi. Baru ambil satu kali,” ujar Suwoto. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...