Instruksi Kapolri! Larang Adanya Kerumunan

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis saat memimpin Serah Terima Jabatan Pejabat Tinggi Polri dan Kapolda, di gedung Bareskrim, Mabes Polri Jakarta, Selasa (7/1/2020). Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis melantik perwira tinggi kepolisian yaitu Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Kapolda NTB, Kapolda Banten, serta Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polri melarang adanya kerumunan jelang Pilkada Serentak 2020. Larangan untuk mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19.

Instruksi larangan adanya kerumunan dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melalui Surat Telegram Kapolri. Surat Telegram bernomor: ST/2607/IX/OPS.2./2020 tertanggal 7 September 2020 berisi instruksi kepada jajarannya untuk menjaga kamtibmas dan mencegah terjadinya kerumunan selama pelaksanaan Pilkada 2020 agar tidak terjadi klaster baru COVID-19.

Surat Telegram yang ditandatangani Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mewakili Kapolri diterbitkan mengingat pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 akan memasuki tahapan penetapan paslon dan menuju masa kampanye.

Kedua moment tersebut berpotensi menimbulkan interaksi masyarakat secara langsung antara penyelenggara pilkada, peserta pilkada, dan masyarakat pemilih. Ini berpotensi menyebabkan munculnya klaster baru COVID-19.

“Jajarannya diminta untuk bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, Pemda, TNI, dan pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Pilkada 2020 agar berjalan dengan aman, damai, sejuk, dan aman dari penularan COVID-19,” ungkapnya, Rabu (9/9).

Idham juga mengingatkan agar jajarannya mempelajari dan memahami peraturan KPU Nomor 5, 9, dan 10 Tahun 2020 terkait penerapan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada 2020. Khususnya tentang pembatasan jumlah peserta kampanye.

“Rapat umum maksimal 100 orang, rapat terbatas maksimal 50 orang, debat maksimal 50 orang,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...