Kondisi Terkini Covid-19 Jakarta, Epidemiolog UI Ungkap Angka Mengerikan

Tenaga Medis Covid-19

Artinya, kata dia, kasus-kasus pasien kondisi berat menunggu terlalu lama. “Untuk hasil PCR-nya itu pasien probable menunggu terlalu lama,” bebernya.

Mereka juga harus ‘berebut’ ruang ICU dengan pasien lainnya. Belum lagi, hasil spesimen dengan uji PCR terlalu lama diumumkan.

“Kalau Nunggu itu dokter masih ragu-ragu, ini pasien mau diapain. Ini mau melakukan apa. Eh keburu meninggal gara-gara menunggu, itu problem,” jelasnya.

“Saya saja, dari minggu lalu PCR sampai hari ini 7 hari belum keluar hasilnya. (Itu posisinya) Jakarta Pusat coba,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan kondisi wabah covid-19 kembali seperti awal dengan situasi darurat.

Masyarakat juga diminta kembali bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja mulai 14 September 2020.

Sementara sektor-sektor yang akan dievaluasi izinnya akan diumumkan kemudian.

Hal ini diikuti dengan penutupan kembali tempat-tempat hiburan dan pelarangan kerumunan.

Saat ini, ambang batas kapasitas rumah sakit untuk ruang isolasi dan ICU sudah melampaui angka batas aman.

Diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal pada 17 September 2020 dan setelah itu fasilitas kesehatan DKI Jakarta akan kolaps.

Anies menyatakan, rumah ibadah di dalam komplek permukiman diperbolehkan buka tapi hanya untuk masyarakat setempat.

Selain itu, restoran atau rumah makan hanya diperbolehkan melayani take home alias tidak boleh makan di tempat. (pojoksatu/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...