Lawan Tomy Winata Dijebloskan ke Sel Isolasi

Terpidana Harijanto Kariadi yang juga lawan pengusaha Tomy Winata dibawa ke Lapas Kerobokan Selasa (9/9) malam lalu (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, BALI — Terpidana Harijanto Kariadi, 65, Selasa (8/9) malam pukul 22.00 resmi menjadi penghuni baru Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Lawan pengusaha kawakan Tomy Winata (TW) itu bakal mendekam di sel isolasi terlebih dahulu sebelum digabungkan dengan tahanan lain.

“Selama seminggu yang bersangkutan kami tempatkan di sel isolasi,” terang Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Yulius Sahruza kemarin.

Menurut Yulius, selama menjalani isolasi, Harijanto juga akan menjalani tes swab. Jika dinyatakan negatif Covid-19, maka Harijanto bisa segera bergabung dengan warga binaan lainnya.  

Meski usia Harijanto sudah berusia lanjut, jaksa penuntut umum (JPU) tetap membutuhkan kerja keras untuk mengetahui keberadaan terpidana yang sempat akrab dengan TW sebelum akhirnya menjadi lawan itu.

Informasi yang dirangkum Jawa Pos Radar Bali, Harijanto ditangkap di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. “Ditangkapnya di sebuah apartemen di Kalibata,” ujar sumber di internal kejaksaan.

Diwawancarai terpisah, Kasi Penkum Kejati Bali, A. Luga Harlianto menyebut penangkapan Harijanto lantaran sebelumnya yang bersangkutan sudah dipanggil secara patut melalui surat.

“Sudah dipanggil secara patut untuk dieksekusi, tapi tidak datang. Ya, akhirnya kami jemput,” ujar Luga Harlianto.

Untuk menangkap Harlianto sampai harus dibentuk tim gabungan antara jaksa Kejari Denpasar dengan Kejati Bali. Tim penangkapan dipimpin Kasi Pidum Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta.

Penangkapan terpidana untuk dilaksanakan eksekusi terhadap putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 595 K/Pid/2020 tanggal 28 Juli 2020.

Dalam putusan itu MA menyatakan Harijanto Kariadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana menggunakan akta otentik yang dipalsukan.

Perbuatan terpidana sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 266 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“MA menghukum Harijanto dengan pidana penjara selama dua tahun,” imbuh Luga. Upaya hukum kasasi diajukan JPU lantaran Pengadilan Tinggi Denpasar memutus bebas Harijanto.

Sebelumnya di Pengadilan Negeri Denpasar, Harijanto Kariadi terbukti bersalah dan dijatuhi pidana dua tahun penjara.

Menurut Luga, kondisi kesehatan Harijanto dalam keadaan sehat. “Pada saat diberangkatkan menuju Bali telah dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif,” jelas mantan Kasi Datun Kejari Merauke itu.

(rb/san/mus/JPR)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...