Masih Nyinyir Kinerja Pemprov DKI Hadapi Covid-19, Ini Uraian Anies Baswedan

Anies Baswedan

FAJAR.CO.ID — Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk memerangi covid-19. Termasuk meningkatkan deteksi dini terhadap mereka yang bergejala dan positif Covid-19 untuk segera dilakukan isolasi dan perawatan guna mencegah kematian.

Anies berharap ketika pemerintah melakukan 3T atau testing, tracing, dan treatment, maka masyarakat menerapkan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Anies menuturkan, kapasitas treatment dan ICU juga akan terus ditingkatkan. “Ke depan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Cengkareng diubah menjadi RS khusus Covid-19,” ungkap dia.

Anies juga baru menambah jumlah tenaga kesehatan dengan merekrut 1.174 nakes profesional. Jumlah ini akan terus ditambah. “Bukan hanya tempat tidur ICU yang ditambah, tetapi juga tenaga medis,” katanya.

Lebih lanjut Anies menjelaskan sejauh ini sudah 716 ribu orang di Jakarta yang diuji usap dengan metode polymerase chain reaction atau PCR. Menurut Anies, tingkat tes di Jakarta adalah 67.335 orang per satu juga populasi. Ini lebih tinggi dari rata-rata nasional 5.348 orang per satu juta penduduk.

“Dari tes tersebut ditemukan 49.837 kasus. Artinya positivity rate 7 persen di Jakarta, lebih rendah dari nasional 14 persen,” katanya.

Jadi, ujar Anies, sejak PSBB Transisi Juni 2020, DKI Jakarta terlibat aktif dan konsisten meningkatkan kemampuan tes sehingga melebihi lima kali lipat standar World Health Organization atau WHO.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...