Penahanan 13 Tersangka Perusak Kantor DPRD Makassar Ditangguhkan


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebanyak 13 oknum mahasiswa dari HMI Korkom Tamalate yang sempat ditahan di Poltestabes Makassar, kini menghirup udara segar.

Penahanan para demonstran penuntut transparansi anggaran dana Covid-19 itu ditangguhkan, setelah rekan-rekannya yang lain telah berupaya agar 13 orang itu dilepas.

Hingga saat ini, 13 orang itu pun telah pulang ke rumahnya masing-masing. Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, mengatakan, langkah itu merupakan sebuah penangguhan yang diajukan sebelumnya.

“Ditangguhkan penahanannya,” singkatnya, Kamis (10/9/2020).

Penangguhan itu dilakukan sejak Rabu malam (9/9/2020) kemarin dan disambut langsung oleh teman sebayanya, yang sudah menunggu di Polrestabes Makassar.

“Kemarin mereka dikeluarkan dari kantor polisi sekitar pukul 08.30 Wita. Sudah bebas kak,” kata Bendarahara HMI Korkom Tamalate, Abdul Faisal.

Mereka yang sempat ditahan dan ditersangkakan oleh penyidik bernama Ilham Darmawan, Ihsan Azis, Alif Daisuri, Muh Irwansyah, Ilham Theo, Andi Sulkifli, Zulfikar, Achmad Reza, Anriawan, Asbudi, Masrun Aleng, Hasan, dan Irmawan.

Mereka sempat ditahan dan ditetapkan tersangka setelah merusak fasilitas di Kantor DPRD Makassar pada beberapa waktu lalu.

Mereka kecewa dan mendesak Pemkot Makassar untuk transparan dalam pengelolaan anggaran Covid-19, yang selama ini mereka anggap tertutup.

Namun aksinya itu tidak digubris sama sekali oleh para dewan, hingga aksi anarkis itu tak terelakkan. Meja dan kursi di ruang rapat rusak akibat ulah para oknum mahasiswa itu. (Ishak/fajar)

Komentar

Loading...