Secangkir Cokelat

Itji Diana Daud

Oleh: Itji Diana Daud

Meneguk secangkir susu cokelat di pagi atau sore hari, merupakan sebuah kenikmatan tersendiri. Tapi pernahkah kita berpikir bagaimana proses pertumbuhan tanaman yang menghasilkan cokelat itu. Cokelat dihasilkan dari tanaman kakao yang pada saat dipanen maka yang paling berperan dalam pengelolaannya adalah perempuan tani. Tetapi masih saja dalam penentuan harga jual biji cokelat belum meminta pendapat perempuan tani.

**

Kakao merupakan tanaman sumber devisa negara non migas, merupakan salah satu komoditas perkebunan yang didorong oleh pemerintah agar bertumbuh dengan baik. Salah satu penghambat  pertumbuhan tanaman kakao adalah serangan  130 jenis/spesies serangga yang berperan sebagai herbivour, organisme pengganggu tanaman bahkan menjadi hama.  Hama-hama tersebut menyerang akar, batang, cabang,  daun dan menggerek buah serta biji kakao.  Termasuk mamalia seperti tikus, tupai, monyet  dan babi hutan. Mikroorganisme pun ikut menyerang tanaman kakao yaitu cendawan, bakteri dan virus.

Berryman  (1987) mengemukakan hipotesis tentang peledakan populasi suatu jenis serangga adalah karena perubahan secara dramatis dari faktor lingkungan fisik, perubahan fisiologis pada individu dalam populasi, interaksi antara jenis jenis serangga yang saling menguntungkan, dan perubahan pada tanaman inang, baik secara kualitatif maupun kuantitatif akibat stress yang terjadi di lingkungan.

Usaha membudidayakan tanaman cokelat  untuk dimanfaatkan sebagai agribisnis pada dasarnya mengubah lingkungan alamiah menjadi agroekosistem yang keragaman hayati menjadi berkurang. Keragaman hayati menjadi berkurang cenderung akan menjadikan ketidakstabilan ekosistem. Dan ini lah yang menyebabkan  herbivour menjadi hama karena populasinya meningkat dengan cepat tanpa ada saingan serangga lain terutama pemangsa ( predator ) dan Parasitoid  serta entomopatogen.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar