Sidang Perdana, Jerinx SID Walkout

Jerinx SID

Sebelum Jerinx dan tim kuasa hukum meninggalkan ruang sidang, perdebatan begitu alot. Ada saling bentak antara tim kuasa hukum dengan jaksa penuntut umum, meski disudahi majelis hakim. JRX sendiri meminta meminta sidang tatap muka langsung dengan beberapa alasan.

“Mohon maaf, Yang Mulia, saya tetap menolak sidang online. Karena saya merasa hak-hak saya tidak terwakilkan sepenuhnya. Yang Mulia juga tidak bisa melihat gestur saya. Yang Mulia juga tidak bisa membaca gestur tubuh saya. Kemungkinan keputusan-keputusan yang diambil nanti kurang tepat,” kata Jerinx kepada hakim.

Kuasa hukum Jerinx, Sugeng juga sudah menyampaikan agar sidang JRX digelar secara langsung. Juga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya dilakukan rapid test semua yang hadir, dan ditanggung negara. Itu dilakukan agar melindungi semua yang hadir, juga melindungi hak-hak terdakwa.

Namun, majelis hakim tetap pada keputusannya menjalankan sidang secara online. Mengikuti MoU tiga lembaga. Gendo tampil berbicara lagi bahwa sidang tatap muka, dengan terdakwa yang ditahan seperti Jerinx sebetulnya terjadi di beberapa tempat. Ia mencontohkan sidang di PN Singaraja, dan kini kasusnya baru diputus digelar secara tatap muka, alias bukan online.

Namun, penjelasan tim kuasa hukum Jerinx tetap saja tidak mau “didengar”. Majelis hakim berketetapan lain. “Di PN Denpasar tetap mengikuti MoU sehingga digelar online,” kata Adnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...