Singgung Deklarasi KAMI, Ferdinand Hutahaean: BuzzeRp Balai Kota Sedang Membela Anies Baswedan

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali melakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Hal ini akibat lajunya kurva penyebaran covid-19 semakin tak terkendali.

Kebijakan ini menuai pro dan kontra. Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean salah satunya yang tidak sepakat. Ferdinand menilai, kesalahan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sejak awal sudah terlihat.

Di antaranya, adanya pembiaran perkumpulan massa seperti demonstrasi, deklarasi KAMI atau izin Car Free Day. Ferdinand kemudian menyentil mereka yang pro dengan kebijakan Anies. Ferdinand menyebut mereka sebagai Buzzer Balai Kota.

“Tampaknya buzzeRp Balai Kota sedang membela Anies yang salah kebijakan menangani covid. Kebijakan yang berbalik dengan tujuan. Misalnya Ganjil Genap, Ijinkan Demo, ijinkan Deklarasi KAMI, membuka ruang Kaki Lima berkerumun, buka CFD dll. Ini pasti ga bisa dijawab sama buzzeRp Balai Kota.” Ujar Ferdinand dikutip akun Twitternya Kamis (10/9).

Ferdinand menyayangkan jika nanti kembali dilakukan PSBB. Sebab itu akan melumpuhkan aktivitas ekonomi. Padahal dia menilai saat ini ekonomi sedang menggeliat

“Kasihan lagi para pengusaha dan pekerja di Jakarta. Mereka kembali akan tinggal di rumah, padahal ekonomi baru menggeliat. Mestinya fokus awasi kegiatan ekonomi supaya tidak jadi cluster covid dan menolak semua ijin kegiatan non ekonomi yang menghimpun massa. Jadi Gub harus tau mana prioritas.” Ucap Ferdinand Hutahaean.

Komentar

Loading...