Tracking Dinilai Lemah, Kasus Covid-19 di Sulsel Kembali Meningkat

ilustrasi-- Tes swab untuk mendeteksi penderita covid 19 . (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan, dr Syafri Kamsul Arif menyebut, saat ini pasien di rumah sakit maupun di hotel mengalami penurunan.

Syafri Kamsul Arif mengatakan hanya sekitar 20 persen sejak puncak okupansi tertinggi bulan Juli 2020. Padahal, rumah sakit dan hotel masih mampu menampung pasien bergejala maupun yang tidak bergejala.

“Saat ini jumlah pasien yang isolasi mandiri di hotel sisa 188, di mana di waktu bulan Juli itu 800-an,” ucapnya saat dikonfirmasi fajar.co.id, Kamis (10/9/2020).

Begitupun dengan rumah sakit, okupansi penanganan Covid-19 saat ini hanya sekitar 25 hingga 30 persen. Untuk itu, pihak Satgas Covid-19 menekankan kembali agar testing dan tracking lebih dimasifkan.

“Kita sebetulnya mengharapkan di Sulsel betul-betul sudah terjadi penurunan kasus terkonfirmasi,” harapnya.

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menampik. Ia mengaku, pihaknya justru telah masif melakukan testing dan tracking kontak.

Ia menyebut, hal itu lantaran kapasitas 12 laboratorium yang dimiliki cukup besar. Belum lagi, Sulsel memiliki 2 unit mobil PCR yang dikerahkan untuk pemeriksaan tes swab di daerah.

“Kita semakin memperluas tracing kontak kita supaya kapasistas lab kita bisa tersesuaikan,” ungkap Nurdin saat ditemui di Lapangan Karebosi, Kamis (10/9/2020).

Ia menuturkan semakin masif testing dan tracing dilakukan, maka akan semakin memperkecil tingkat penularan. “Sulsel ini sudah landai dan ini yang selalu kita jaga. Kenapa kita masif tes? karena kita jaga ini jangan tiba-tiba ada fase baru naik lagi,” tandasnya.

Komentar

Loading...