Diskes Sebut Bangun Puskesmas dulu Baru IPAL, Komisi IV: Dasar Tidak Paham Aturan

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Muh Salam. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, BONE — Pembangunan Puskesmas Kading, Kecamatan Barebbo disorot Komisi IV DPRD Bone karena tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Plt Kasubag Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Andi Affandi menjelaskan, pembangunan IPAL tidak bisa digabungkan dengan pembangunan Puskesmas. Sumber anggarannya berbeda.

“Anggaran pembangunan Ipal bersumber dari dana alokasi khusus (DAK),” katanya Jumat (11/9/2020).

Kata dia, pihaknya telah mengajukan anggaran pembuatan IPAL ke Kementerian Kesehatan. Namun, tidak serta merta dapat dilaksanakan. Dana DAK diusulkan tahun ini, eksekusinya baru bisa tahun depan.

Tetapi yang pasti menurutnya, pembangunan Puskesmas lebih dulu baru IPAL sudah tepat. “Bangunannya dulu baru Ipalnya, kalau Ipalnya dulu baru bangunan itu yang salah,” akunya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Muh Salam tertawa. Menurutnya, Dinas Kesehatan yang tidak paham soal regulasi.

Hampir semua kunjungan kerja di puskesmas, kepalanya selalu mengeluh lantaran selalu diperiksa oleh aparat. Karena bangunannya tidak memiliki IPAL.

“Tidak bisa dibuka puskesmas itu kalau tidak ada ipalnya. Itu salah satu prosedur. Jelas kok dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 75/2014 tentang Puskesmas, menyatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) wajib memiliki IPAL. Agar lingkungan terjaga dari limbah Puskesmas,” ucapnya.

Ketua Fraksi Nasdem itu bertutur, dalam perencanaan pembangunannya harus memasukkan ipalnya. Kalau begini orang Dinas Kesehatan memang tidak paham aturan. Buat apa anggaran besar itu dikasih kalau tidak bisa dikelola.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...