Dorong Kualitas SDM dalam Pembahasan Perubahan RPJMD Sulsel 2018-2023


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Usai membahas perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2018 – 2023, Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi mengatakan terdapat 8 masalah utama yang coba didorong dan menjadi dasar perubahan RPJMD 2018-2023.

Seperti Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum optimal, masih tingginya ketimpangan pendapatan dan ketimpangan wilayah, ketersediaan infrastruktur wilayah yang berkualitas dan merata, angka pengangguran tinggi, melemahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya penduduk miskin, pelestarian lingkungan hidup yang belum optimal dan tata kelola pemerintahan yang belum maksimal.

“Di sektor SDM ini saya kira kita semua tahu bahwa ini jadi masalah. Buktinya data BPS menunjukkan kalau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel itu masih di bawah rata-rata nasional,” ucapnya, Jumat (11/9/2020).

Dengan kata lain, Sulsel berada ditingkat 14 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Melihat data itu, Junaedi berharap kualitas SDM dalam ditingkatkan, lantaran SDM yang memiliki kapabilitas mampu memberi kontribusi terhadap bangsa.

Ia menyebut, dalam meningkatkan kualitas SDM dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten kota.

“Kita berharap Sulsel ini berada diperingkat 10 besarlah, makanya aspek SDM ini menjadi masalah yang sangat sentral,” ungkap Edi sapaan akrabnya.

Menurutnya, kualitas SDM juga ditunjang dari sisi pendidikan. Kendati demikian, diketahui pendidikan di Sulsel belum merata. Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel tercatat rata-rata lama sekolah masyarakat Sulsel yaitu 8,2 tahun atau setara dengan kelas 2 SMP.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...