Dua Jenderal Polisi Sudah Tersangka, KPK Minta Polri Jerat Pihak Lain

KPK

FAJAR.CO.ID — Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra. Meski begitu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Bareskrim Polri untuk menjerat pihak lain dalam perkara itu.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Serta Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi yang diduga sebagai pemberi suap.

“Manakala KPK melihat ada pihak-pihak terkait yang mungkin belum diungkap di Bareskrim atau Kejaksaan kita akan dorong, kita akan mendorong kawan-kawan di Bareskrim atau Kejaksaan kalau memang cukup alat buktinya, bukan berdasarkan rumor saja. Kita tetap berpijak pada alat bukti,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (11/9).

Pernyataan ini dilontarkan Alex usai melakukan gelar perkara dengan Bareskrim Polri terkait skandal Djoko Tjandra. Menurutnya, KPK ingin melihat sejauh mana penanganan yang sudah dilakukan oleh Polri terkait perkara Djoko Tjandra tersebut.

Alex berujar, dari hasil gelar perkara dengan Bareskrim, yang saat ini tengah ditangani berkaitan penghapusan red notice dan penghilangan status buronan (DPO) Djoko Tjandra. Dimana, terdapat petinggi Polri yang disuap untuk mengurus penghapusan red notice dan status buronan Djoko Tjandra.

Komentar

Loading...