Gelorakan Pluralisme, Appi: Kalau Imam Masjid Diberi Insentif Kenapa Pendeta Tidak


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Makassar Munafri Arifuddin – Rahman Bando bertekad akan menghilangkan jurang perbedaan antar umat beragama di Makassar.

Dalam pemaparannya kemarin, Kamis (10/9/2020) malam dalam acara Doa bagi kota dan bangsa bersama hamba-hamba tuhan se Kota Makassar yang dihelat di Hotel Aryaduta Makassar, dikatakan, tak boleh ada lagi tindakan diskriminatif antara penganut agama mayoritas dan minoritas. Appi bertekad menghilangkan itu semua.

“Guru sekolah minggu juga harus diberikan insentif. Juga ruang sekolah untuk anak-anak nasrani. Ini sangat fundamental. Karena jika dari kecil anak sudah dimarjinalkan, maka pemikiran itu akan melekat bahkan menjadi dendam di kemudian hari saat mereka besar nanti. Kita harus hilangkan diskriminasi terutama yang menyangkut agama dan pluralisme,” ungkap Appi di hadapan ratusan kelompok Nasrani, pendeta, dan guru minggu.

Rahman Bando menambahkan, keluarga besar Appi yakni Jusuf Kalla dan Aksa Mahmud telah membuktikan betapa indahnya keberagaman umat beragama berdiri berdampingan tanpa adanya sekat.

Menurut Mantan Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar itu, JK dikenal juru damai ulung, sementara Aksa yang merupakan pengusaha nasional juga tak pernah membeda-bedakan karyawan di perusahaanya berdasarkan agama yang dianut. Ini bukti dan fakta bukan sekedar angan-angan apalagi sekedar rencana.

“Makassar tidak boleh lagi salah urus, jangan juga menjadi komoditas politik. Tidak boleh lagi ada perbedaan di Makassar ini. Bosowa sudah memberi kita teladan, begitu juga dengan Pak JK. Mereka telah membuktikan dirinya bisa hidup dalam keberagaman,” tutur Rahman.

Komentar

Loading...