Hasil Polling: Masyarakat Lebih Memilih Kesehatan Dibanding Ekonomi

Warga melakukan aktivitas berolahraga di area car free day (CFD) di Jakarta. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik Hendri Satrio menilai, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang akan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), di Jakarta, sangat tepat.

Pasalnya, pandemi virus Corona (COVID-19) masih sangat merajalela. Penyebarannya belum dapat ditekan, bahkan di wilayah DKI Jakarta, semakin meningkat drastis beberapa hari terakhir.

“Saya kira PSBB-nya Anies tepat, kan belum bisa dihentikan penyebaran Covid-19 ini,” ujar Hendri kepada jpnn.com, Jumat (11/9).

Pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini kemudian memaparkan survei yang pernah dirilis lembaganya.

“Hasil polling yang kami lakukan itu memperlihatkan masyarakat lebih memilih kesehatan dibanding ekonomi,” ucapnya.

Survei bertajuk ‘Opini Publik Jabodetabek tentang PSBB dan Mudik di Masa Darurat COVID-19’ digelar 14-19 April lalu dengan mewawancarai 405 responden.

Umumnya responden mempersepsikan penerapan PSBB sebagai hal yang efektif, dengan rata-rata tertinggi, pembatasan transportasi (8.7) dan rata-rata terendah pembatasan kegiatan keagamaan (8.0).

“Ekonomi ini mungkin dianggap oleh masyarakat sebagai tugasnya pemerintah, sementara mereka menjaga kesehatan masing-masing,” ucapnya.

Dosen di Universitas Paramadina ini juga meyakini Anies dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat bekerja sama dengan baik, dengan pemerintah pusat.

“Saya kira kerja sama sangat penting, supaya bisa menahan laju Covid ini. Makin lama makin berbahaya, karena sudah banyak yang terpapar,” pungkas Hendri. (jpnn/fajar)

Komentar

Loading...