Jakarta PSBB Total,Judistira Hermawan Sebut Ini yang Paling Dirugikan

Aktivitas di kawasan Sudirman Jakarta, saat fase pertama PSBB di tengah masa transisi pandemi virus corona. Foto: Ricardo/JPNN

“Jangan kita mau menangkap nyamuk pakai meriam,” kritik dia.

Lebih lanjut Judistira mengatakan, Anies Baswedan dan jajarannya perlu melakukan kajian mendalam dan komprehensif mengenai penyebaran COVID-19 di ibu kota. Dengan begitu, langkah penanggulangan bisa benar-benar tepat sasaran.

“Sebagai contoh misalnya, ada penyebaran di transportasi umum. Kalau ada, harus dievaluasi,” ucap Anggota Komisi D DPRD Jakarta ini.

“Kemudian, ada enggak yang terpapar yang di rawat di Wisma Atlet. Dilihat data, mereka bekerja informal atau formal kebanyakan? Kalau formal, mungkin klaster perkantoran. Berarti kantornya diperketat atau pekerja informal apa,” sambungnya.

Apalagi, ungkap Judistira, upaya pemprov dalam menekan penularan Covid-19 hingga kini belum maksimal. Dicontohkannya dengan aduan masyarakat kepadanya, khususnya mengenao pasien positif tanpa gejala hingga bergejala ringan yang diharuskan swakarantina 14 hari di rumah masing-masing.

“Belum ada perhatian baik dari pemerintah kepada warga-warga sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Mereka tidak mendapat asupan makanan, vitamin, perhatian. Saya temukan ketika turun ke masyarakat,” tuturnya.

“Ketua RT/RW menyampaikan, warga itu isolasi mandiri. (Baru) empat hari enggak betah, (lalu) dia keluar tanpa ada pengawasan, tidak ada perhatian. Pemerintah hanya ditelepon, ‘Bapak gimana?” Ini mengkhawatirkan memunculkan OTG-OTG (orang tanpa gejala),” imbuhnya.

Dirinya kembali mengingatkan, Jakarta merupakan Ibu Kota Negara. Sudah sepatutnya segala kebijakan strategis yang diambil, termasuk dalam penanganan Covid-19, berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah penyangga.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar