Pilkada Serentak Terancam Ditunda, Pakar: Kalau Kasus Tidak Terkendali

  • Bagikan
Ilustrasi Pilkada


Berdasarkan data gugus tugas covid-19 tercatat ada 152 kasus positif baru, Kamis kemarin. Sehari sebelumnya, ada 51 kasus positif baru. Sementara posisi reproduksi efektif masih pada angka 0,99 atau di bawah 1.
Pakar Epidemologi Unhas, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, penundaan pilkada memang merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. Penundaan akan dilakukan apabila tren kasus di daerah tertentu meningkat karena tahapan tak sesuai protokol kesehatan.


Makanya, ada kajian ulang tentang tahapan pelaksanaan. Meski sudah ada komitmen, faktanya protokol kesehatan masih sangat berat dilakukan. Terbukti saat pendaftaran, hingga proses lain yang saat ini sedang berjalan.
"Sulsel ini masih fase penanganan. Artinya belum aman-aman banget. Karena pertumbuhan kasus ada pada angka 0,9 sampai 1 persen. Artinya pilkada yang tak taat protokol kesehatan bisa meningkatkan tren kasus positif baru," bebernya.


Dijelaskannya, peningkatan kasus di beberapa daerah punya kecenderungan akibat kontribusi dari pilkada serentak. Jika tak bisa dikendalikan, opsinya diundur tahun depan atau ditunda pelaksanaannya hingga kondisi covid-19 bisa kembali melandai dan terkendali.
Apabila kasus meningkat, menurutnya, ancaman lain adalah pelaksanaan PSBB. Tetapi, ia melihat, kemungkinan terjadinya pembatasan di Sulsel lebih kecil ketimbang Jakarta. Pertimbangannya dari segi peningkatan kasus baru. "Di Jakarta kemarin bertambah 1.000 lebih kasus baru," jelasnya.

Jangan Ada PSBB


Diakui gubernur bergelar profesor ini, pihaknya tak ingin kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, juga kembali dilakukan di Sulsel. Sebab, PSBB ini sangat berat. Karena memberi dampak dan implikasi yang sangat besar untuk kehidupan sosial masyarakat setempat.
"Kami tak berharap ada PSBB berikutnya. Makanya gerakan Trisula menjadi lngkah pelacakan masif, pengujian secara agresif, dan edukasi pelaksanaan protokol kesehatan," jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan