Serangan Nine Eleven yang Mengguncang Dunia

Peristiwa Serangan 9/11 pada 19 tahun yang lalu.

Oleh: Imam Shamsi Ali

Di pagi itu, seperti biasanya, saya meninggalkan rumah menuju Kantor PTRI (Perwakilan Tetap RI) untuk PBB New York. Walaupun undangan saya untuk hadir ke kota New York menjadi Imam, saya sekaligus bekerja sebagai staf lokal di kantor tersebut. Perjuangan memerlukan dukungan. Dan PTRI sejak awal adalah dukungan dalam perjuangan dakwah saya di Amerika.

Hari di pagi itu memang nampak cerah dan ceria. Udara bulan September adalah udara transisi dari musim panas ke musim gugur. Tidak panas menggigit. Tidak juga dingin yang menggigilkan. Langit juga seolah tersenyum dengan warna biru yang menawan.

Seperti biasa saya menaiki kereta bawah tanah (Subway) R dari Astoria menuju Menhattan. Rumah saya memang terletak di Astoria, salah satu bagian dari kota New York yang penghuninya sangat ragam. Di daerah inilah masjid Al-Hikmah, masjid milik warga Muslim Indonesia terletak.

Memang sejak awal kedatangan saya di kota dunia ini saya tidak pernah jauh dari masjid Al-Hikmah. Bahkan Sebelum keluarga saya tiba di kota New York, saya sempat tinggal beberapa waktu di sebuah ruangan di gedung masjid itu.

Tanpa terasa kereta R tiba di Manhattan, pusat kota New York yang dikenal sebagai “City never sleep” (kota yang tak pernah tidur/sepi). Kota yang kerap juga disebut sebagai “belantara beton”. Kota yang memang dikenal sebagai ibukotanya dunia.

Komentar

Loading...