Setor Data ke KPK, MAKI Beber Sejumlah Inisial Nama Terseret Kasus Djoko Tjandra

Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Foto: Antara/IC Senjaya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terus mendorong pengungkapan kasus suap terkait Joko Soegiyarto Tjandra (JST) alias Djoko Tjandra.

Untuk itu, Koordinator MAKI Boyamin Saiman memasok data dan informasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Boyamin mengaku memberikan data tambahan kepada KPK yang telah melakukan gelar perkara kasus suap Djoko Tjandra, Jumat (11/9).

Gelar perkara dalam rangka supervisi penyidikan kasus suap Djoko Tjandra itu juga mengundang pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri.

Menurut Boyamin, data tambahan dari MAKI itu terkait aktivitas Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) dan Anita Dewi Kolopaking selaku kuasa hukum Djoko Tjandra.

Boyamin mengungkapkan, ada penyebutan ‘bapakmu’ dan bapakku’ dalam komunikasi Pinangki dengan Anita terkait rencana pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

“KPK perlu mendalami berbagai inisial nama yang diduga sering disebut PSM, ADK dan JST dalam rencana pengurusan fatwa, yaitu T, DK, BR, HA dan SHD,” kata Boyamin.

Mantan anggota DPRD Surakarta itu menambahkan, semestinya KPK mendalami peran PSM yang diduga pernah mengatakan kepada ADK bahwa jaksa berparas menarik itu akan mengantar R menghadap pejabat tinggi di Kejagung.

Selain itu, Boyamin juga mendorong KPK mendalami peran PSM dalam melancarkan rencana transaksi perusahaan power plant dengan Djoko Tjandra yang melibatkan inisial PG.

Komentar

Loading...