Unhas Tetap Katalisator Pendidikan Indonesia Timur

Unhas Katalisator, Pendidikan Indonesia Timur

“Kearifan dan kemanusiaan seharusnya tercermin dalam berbagai tindakan dan aktivitas. Kami mencoba menguatkan lahirnya dorongan ini bagi para SDM, mahasiswa, alumni, dan menyebarkannya kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Seterusnya, jargon Humaniversity akan ia gaungkan dalam wujud yang lebih nyata. Rektor dua periode itu memaknainya dengan semakin cerdas, matang dalam bertransformasi, dan bijak dalam mengelola kehidupan sosial.

“Untuk mewujudkannya, Unhas mengelola proses belajar sebagai learning Journey agar mencapai kemampuan dan keterampilan. Maka kami berusaha menciptakan proses pembelajaran yang lebih berintegritas, inovatif, dan arif,” sebutnya.

Perkuat Mutu

Selama setahun ini, Dwia melaporkan telah berupaya memperluas jalur penerimaan mahasiswa baru (maba). Selain melalaui jalur SNMPTN, SBMPTN, serta Mandiri, Unhas juga membuka jalur bakat kepemimpinan.

Salah satunya, dengan menerima calon mahasiswa yang berpengalaman sebagai ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Sehingga, mereka bisa memperkuat input calon-calon pemimpin yang kuat.

“Mahasiswa di wilayah-wilayah tertinggal, terbelakang juga kami buka secara luas. Termasuk kelas internasional. Jadi tahun ini kami menerima lamaran 59.203 dan kami menerima sebanyak 6.746 mahasiswa baru,” ujarnya.

Saat ini, dari total 104 prodi di seluruh jenjang program studi (prodi) di Unhas, 69 persen sudah berakreditasi A. Khusus pada jenjang sarjana, 87 persen dari 52 prodi sudah meraih akreditasi tertinggi tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...