Unhas Tetap Katalisator Pendidikan Indonesia Timur

Unhas Katalisator, Pendidikan Indonesia Timur

Akreditasi internasional juga terus dipacu oleh Unhas. Dwia menyebut sudah mempersiapkannya sejak 2015 lalu. Hingga kini, sudah ada 29 prodi dari jenjang sarjana yang meraih akreditasi internasional.

“Kami juga kiat dalam mengakreditasi laboratorium. Sudah dipersiapkan dalam proses yang panjang karena sangat ketat dari segi SOP. Sehingga laboratorium FKM yang terakreditasi. Dan sebentar lagi menyusul laboratorium Fakultas Peternakan dan MIPA. September ini proses visitasi akan berlangsung,” paparnya.

Audit mutu internal juga gencar dilakukan agar terus berada pada koridor tridarma perguruan tinggi. “Hasilnya menunjukkan delapan dari sembilan standar sudah mencapai lebih dari angka 90 persen,” sebutnya.

Publikasi Masif

Soal riset, dari tahun ke tahun Unhas juga terus berpacu. Pada 2014 lalu saat Dwia dikukuhkan sebagai rektor, publikasi Unhas berada di posisi 426 yang terindeks scopus. Kemudian terus menanjak melampaui beberapa perguruan tinggi lainnya.

“Akhir 2019 mencapai 2.989 artikel terindeks scopus. Namun hingga akhir 2020 kami menembus angka 5.405 dokumen yang tersebar di jurnal terindeks scopus,” bebernya.

Melihat peningkatan itu, tahun ini Dwia menarget 1.750 artikel. Hasilnya pun cukup memuaskan. Hingga September ini, tercatat sudah ada 1.359 dokumen. “Ini prestasi. Membuat kita berada di urutan kelima seluruh Indonesia,” sambungnya.

Dorongan tersebut, kata Dwia, tak semata-mata diberikan kepada seluruh civitas akademika Unhas. Ada insentif yang disiapkan bagi para penulis. “Saya sudah minta anggaran yang cukup besar di WR II. Selama dua tahun terkahir lebih dari Rp10 miliar kami berikan untuk insentif publikasi di jurnal-jurnal terbaik,” terangnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...