Unhas Tetap Katalisator Pendidikan Indonesia Timur

Unhas Katalisator, Pendidikan Indonesia Timur

Ubah Paradigma

Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Unhas, Syafruddin menyebut, saat ini Unhas berada di posisi ketujuh perguruan tinggi terbaik yang ada di Indonesia. Kata dia, hal ini menjadi prestasi yang perlu terus dikembangkan.

“Rangking kita universitas seluruh dunia masih berada di angka 400-an. Mudah-mudahan kita bisa masuk 100 besar. Tetapi patut disyukuri, Unhas satu-satunya yang masuk 10 besar di luar Jawa,” kata dia.

Syafruddin mengatakan, yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah pengembangan SDM yang difokuskan pada akses pendidikan di dalam maupun luar negeri. Meski diakuinya sudah banyak inovasi yang mengarah pada pengembangan tersebut.

“Tuntutan paradigma telah merubah pola konsumsi pendidikan mahasiswa. Baik oleh penyediaan program double degre, perubahan kurikulum inti, maupun alternatif yang bisa menjangkau kondisi kekinian,” ungkapnya.

Dia juga meminta Unhas tak henti-hentinya menangkap peluang teknologi. “Beda generasi, beda pendidikan, beda skill yang dihasilkan. Dan yang penting lulusan mampu bersaing menjadi entrepreneur untuk membangkitkan ekonomi Indonesia,” kuncinya.

Pesan Gubernur

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengajak Unhas untuk menyentuh sektor-sektor yang masih terus berjuang untuk bangkit. Khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah pesisir Sulsel.

Nurdin menuturkan, di tahun 2000-an Sulsel pernah berada pada era kejayaan bagi seluruh petani tambak udang sitto atau udang windu. Kala itu, kata dia, Sulsel berada di peringkat ketiga secara nasional mengenai hasil panennya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...