Polisi Pastikan PT Boskalis Tak Langgar Aturan, 12 Orang Nelayan dan Aktivis Ditangkap

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penangkapan 12 orang yang mengadang kapal tambang pasir milik PT Boskalis, masih dalam pemeriksaan Polairud Polda Sulsel.

Koordinator Bidang Hak atas Lingkungan Hidup LBH Makassar, Edy Kurniawan Wahid, juga membenarkan terdapat aktivis yang ikut tertangkap.

Dalam keterangan tertulisnya, Edy mengatakan, peristiwa itu bermula pada Sabtu (12/9/2020) pukul 06.00 Wita.

Tepat pada pukul 07.30 Wita, para nelayan yang dikawal oleh beberapa aktivis sudah siap menghadang, bahkan mengusir kapal PT Boskalis yang dianggap merusak habitat ikan dan mengurangi hasil tangkap nelayan.

Aksi pengadangan berlangsung sampai pukul 08.50 Wita. Kapal PT Boskalis meninggalkan lokasi penambangan pasir dan diikuti para massa aksi,” katanya.

“Tepat pada pukul 09.53 Wita, massa aksi berada dekat dari pulau, tiba-tiba sekoci Polairud Polda Sulsel datang dan langsung melakukan pengadangan, merusak jolloro milik nelayan dan menangkap 7 massa aksi,” sambung Edy.

Menurut dia, ada 11 nelayan dan aktivis yang ditangkap saat menolak aktivitas tambang milik PT Boskalis.

Menurut dia, pengadangan itu lantaran para nelayan merasa dirugikan akibat aktivitas tambang pasir laut oleh perusahaan milik negara Belanda itu.

Hasil tangkap nelayan menurun drastis. Biaya operasional nelayan tak mampu tertutupi karena minim hasil tangkapan.

Menurut para nelayan, beberapa titik sebagai tempat berkumpulnya ikan sudah tidak ada.

Komentar

Loading...