Tolak Tambang Pasir Laut, 12 Nelayan Kodingareng dan Aktivis Kembali Ditangkap

Aksi nelayan Kodingareng menolak kegiatan tambang pasir laut

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aparat kepolisian dari Polairud Polda Sulsel kembali melakukan penangkapan. Tak hanya nelayan, bahkan sejumlah aktifis yang menolak kehadiran PT Boskalis.

Aktifitas tambang pasir itu ditolak oleh para nelayan dan sejumlah aktifis, yang ikut mengawal kasus tersebut.

Hingga pada pagi hari tadi, nelayan dan sejumlah aktifis menghadang kapal penambang milik negara Belanda itu, hingga penangkapan pun tak terlelakkan.

“Ada 12 orang yang kami tangkap,” kata Direktur Polairud Polda Sulsel, Kombes Pol Heri Wiyanto, Sabtu (12/9/2020).

Mereka yang ditangkap dan ditahan tidak hanya dari nelayan pulau Kondingareng Saja. Juga ada aktifis dan beberapa karyawan swasta.

Kata perwira tiga melati ini, massa yang datang menghadang pada pagi tadi sekitar 50 orang.

“Sekitar 20 lepa-lepa dan 3 jolloro. Jadi sekitar 50 orang,” jelasnya.

Saat menghadang, mereka melakukan pelemparan bom molotov ke arah kapal PT Boskalis, hingga beberapa bagian alat tambang di sana terbakar.

“Tadi pagi ada kejadian pelemparan bom molotov dan pemotongan kabel listrik kapal. Diamankan 12 orang dan masih dalam pemeriksaan,” pungkas Kombes Heri.

“Nelayan mendatangi ke lokasi Quarry di Taka Copong dan melakukan aksi tersebut,” sambung perwira menengah ini.

Kini mereka yang ditangkap dan ditahan masih berada di kantor Polairud Polda Sulsel untuk dimintai keterangan. (Ishak/fajar)

Komentar

Loading...