Maling Curi Arwana dan Louhan, Pemilik Kios Ikan Hias Rugi Belasan Juta

Lokasi pencurian saat didatangi petugas.

Tak hanya itu, dua wafe maker dan 10 lampu akuarium berbagai jenis dan ukuran juga raib. “Saya hanya berharap agar kejadian ini secepatnya terungkap. Mudah-mudahan peristiwa serupa di rest area ini tidak berkelanjutan, ” tutur korban.

Agar pada pedagang yang menempati kios di res area jubung ini tidak semakin was awas. “ya kita serahkan saja proses penyelidikannya kapada Polisi. Saya hanya bisa berdoa semoga pelakunya secepatnya tertangkap.“Dengan kejadian ini saya mengalami kerugian sekitar Rp. 20 jutaan, “pungkas Abdul Hayi.

Diduga peristiwa pencurian itu terjadi, Sabtu (12/9) dini hari. “Kira-kira pukul tiga atau empat pagi. Soalnya warung kopi di belakang persis itu tutup jam satu,” kata Nur Ahmadi, kakak korban.

Menurut Nur Ahmadi, pelaku bisa masuk ke dalam kios korban setelah berhasil menjebol dinding bambu. Saat di dalam, kawanan maling itu menguras air akuarium yang ada diatas rak. “Setelah itu akuariumnya didorong. Makanya kami menduga pelaku lebih dari seorang karena harus menguras air akuarium dulu,” ujarnya.

Akibat peristiwa ini korban mengalami kerugian hingga Rp 16 juta. “Pelakunya tahu soal ikan hias. Karena yang diambil ikan yang harganya mahal. Yaitu dua arwana jenis super red dan Louhan,” ucapnya.

Peristiwa pencurian di kawasan Rest Area Jubung ini bukanlah yang pertama. Beberapa hari sebelumnya, sebuah warung makan juga dibobol maling. “Kira-kira empat hari lalu, warung belakang lapak juga dibobol. Pokoknya sering kebobolan di sini,” ungkap Nur Ahmadi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...