Maling Curi Arwana dan Louhan, Pemilik Kios Ikan Hias Rugi Belasan Juta

Lokasi pencurian saat didatangi petugas.

FAJAR.CO.ID — Kios ikan hias di rest area Jubung, Kecamatan Sukorambi, berantakan karena disatroni kawanan pencuri, Sabtu (12/9/2020).

Abdul Hayi, 41, warga Jalan Gatot Subroto V/84, RT 002/RW 011, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, Jember, itu tampak syok melihat tempat usahanya itu.

Belum diketahui pasti pukul berapa kawanan maling itu masuk ke dalam kios. Korban baru tahu setelah datang ke tempat usahanya sekitar pukul 09.00. Saat itu korban datang untuk membuka kios tersebut.

Baru saja tiba, korban kaget saat melihat tempat usahanya sudah berantakan. “Bapak saya tadi telepon pas mau buka kaget. Karena lihat kios sudah berantakan. Saya jaga malam, bapak jaga pagi,” kata anak korban.

Sebagian barang yang awalnya ada di dalam kios sudah ada diluar. Kawanan pencuri itu diduga masuk lewat dinding sebelah timur yang terbuat dari bambu. “Masuk dan keluarnya juga lewat tempat yang sama,” kata Abdul Hayi.

Maling itu ditengarai tak bekerja sendiri. Tapi kawanan. Karena untuk membawa barang yang diambil dari kios tidak cukup hanya satu orang. Saat itu, korban langsung melaporkan kejadian ini ke perangkat desa. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukorambi. “Beberapa akuarium juga berantakan. Sedangkan sebagian ikan hias hilang,” ucap Abdul Hayi.

Setelah dicek, barang yang hilang dari dalam kios yang dirintis sejak 2013 itu, di antaranya beberapa akuarium beserta ikan hiasnya. Bahkan, dua ekor ikan Arwana jenis red, seekor ikan Louhan, dan 14 filter akuarium berbagai tipe juga digondol kawanan bandit tersebut.

Tak hanya itu, dua wafe maker dan 10 lampu akuarium berbagai jenis dan ukuran juga raib. “Saya hanya berharap agar kejadian ini secepatnya terungkap. Mudah-mudahan peristiwa serupa di rest area ini tidak berkelanjutan, ” tutur korban.

Agar pada pedagang yang menempati kios di res area jubung ini tidak semakin was awas. “ya kita serahkan saja proses penyelidikannya kapada Polisi. Saya hanya bisa berdoa semoga pelakunya secepatnya tertangkap.“Dengan kejadian ini saya mengalami kerugian sekitar Rp. 20 jutaan, “pungkas Abdul Hayi.

Diduga peristiwa pencurian itu terjadi, Sabtu (12/9) dini hari. “Kira-kira pukul tiga atau empat pagi. Soalnya warung kopi di belakang persis itu tutup jam satu,” kata Nur Ahmadi, kakak korban.

Menurut Nur Ahmadi, pelaku bisa masuk ke dalam kios korban setelah berhasil menjebol dinding bambu. Saat di dalam, kawanan maling itu menguras air akuarium yang ada diatas rak. “Setelah itu akuariumnya didorong. Makanya kami menduga pelaku lebih dari seorang karena harus menguras air akuarium dulu,” ujarnya.

Akibat peristiwa ini korban mengalami kerugian hingga Rp 16 juta. “Pelakunya tahu soal ikan hias. Karena yang diambil ikan yang harganya mahal. Yaitu dua arwana jenis super red dan Louhan,” ucapnya.

Peristiwa pencurian di kawasan Rest Area Jubung ini bukanlah yang pertama. Beberapa hari sebelumnya, sebuah warung makan juga dibobol maling. “Kira-kira empat hari lalu, warung belakang lapak juga dibobol. Pokoknya sering kebobolan di sini,” ungkap Nur Ahmadi.

Sementara itu, Kepala Desa Jubung Bhisma Perdana mengatakan, agar tidak terjadi lagi, di lokasi akan dipasang kamera pengintai atau CCTV.

“Keamanan di lokasi merupakan tanggung jawab bersama. Tapi nanti akan kita rembug dengan para pedagang agar urunan memasang kamera CCTV supaya peristiwa ini tidak terjadi lagi,” kata Bhisma.

Bhisma mengatakan, pihaknya ingin Rest Area Jubung menjadi kawasan yang aman, tertib dan bermanfaat bagi kemakmuran bersama.

Dia juga meminta, kepolisian segera mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa ini. Sehingga kasus serupa tak terjadi lagi di kemudian hari. “Agar pedagang yang ada di sini merasa aman dan tidak ketakutan,” pungkasnya. (JPG)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...