Alfian Disebut Gila, Politikus Demokrat: Biar Diuji di Pengadilan, Polisi Tetap Harus Ungkap Motif Penusukan

Jansen Sitindaon. Foto: diambil dari demokrat.or.id

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politisi Demokrat, Jansen Sitindaon ikut berbicara terkait proses hukum pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, Alfin Andrian.

Sebagai seorang pengacara, Jansen meminta penyidik Polresta Bandarlampung tak serta merta langsung percaya pengakuan orang tua pelaku yang mengatakan alfin mengalami gangguan jiwa atau gila.

“Jikapun benar gila, polisi tetap wajib memeriksa perkara dan membuat proses verbal,” katanya melalui akun @jansen_jsp, Senin (14/4/2020).

Menurutnya, soal pembuktian apakah pelaku mengalami gangguan jiwa akan diputuskan hakim saat pengadilan nanti.

“Hakimlah yg berwenang memutus apakah pelaku alami gangguan jiwa berdasar bukti² yg diperiksa di pengadilan (saksi, ahli, surat dll). Hukum pidana tidak boleh mudah percaya pada kegilaan seseorang!” tegasnya.

Tak hanya itu, alumni Fakultas Hukum Unair dan UI ini meminta polisi mengungkap ke publik motif penyerangan terhadap ulama itu.

“Diluar soal benar gila apa tidak, karena hasil test nanti tetap akan diuji ulang lagi di pengadilan di sidang terbuka untuk umum. Yang lebih penting menurut saya mengungkap motif penusukan ini. Karena tak terkecuali siapapun bisa mengalaminya termasuk yang tdk bersimpati pd kejadian ini,” harapnya.

Sebelumnya, Alfin Andrian, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan sejak Minggu (13/9) malam.

Hal itu dibenarkan Kapolresta Bandarlampung, Kombes Yan Budi Jaya kepada Radarlampung.com, Senin (14/9/2020).

Komentar

Loading...