DKI Jakarta PSBB, Gubernur Sulsel Sebut Tak Beri Dampak Signifikan

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan sejauh ini penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan DKI Jakarta tidak berdampak signifikan terhadap Sulawesi Selatan.

“Tidak, kita Sulsel sudah punya pengalaman, kenapa Jakarta PSBB? Karena RS nya hampir penuh, OTG pun ditempatkan di RS yang sama. Kalau Sulsel, OTG nya kan di hotel dan yang sakit di RS, sehingga okupansi rumah sakit kita tidak lebih 20 persen,” ucap Nurdin, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (13/9/2020).

Bahkan termasuk ekonomi, kata dia, tak memberi pengaruh yang berarti, meski Jakarta kembali PSBB. Menurutnya, Pemerintah Pusat saat ini tengah fokus memutus mata rantai penularan Covid -19 di perkantoran, restoran dan rumah makan.

“Ekonomi kita tidak terganggu kok. Itu karena Jakarta pengetatan untuk kluster kantor yang menjadi pusat penularan, jadi bukan libur tapi mengurangi karyawan sekitar 20-50 persen yang bisa masuk kantor, begitu pun restoran tidak ditutup tapi takeway,” jelas mantan Bupati Bantaeng itu.

Lebih jauh, Nurdin berharap agar Sulsel tidak mengikuti jejak daerah yang dulu dikenal dengan Kota Batavia itu.

Olehnya, ia mengaku saat ini tengah gencar melakukan pelacakan dan tes kesehatan seperti rapid dan swab tes terhadap daerah-daerah yang disinyalir zona merah dan menjadi episentrum penyebaran.

Komentar

Loading...