Lima Bulan Tertunda, Tunjangan Pemandi Jenazah, Imam Rawatib dan Guru Mengaji Akhirnya Dibayarkan

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Aswis Badwi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tunjangan tahunan pemandi jenazah, imam rawatib, dan guru mengaji akhirnya dibayarkan. Setelah sempat tertunda kurang lebih lima bulan.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Aswis Badwi mengatakan, tunjangan ketiganya sudah dibayarkan sejak seminggu lalu. Meskipun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Satu minggu yang lalu sudah dilakukan (dibayarkan) pemandi jenazah muslim, Imam rawatib dengan guru mengaji. Ituji tiga dulu,” ungkapnya, Senin (14/9/2020).

Kata Aswis, tunjangan harusnya diberikan sebelum lebaran Idul Fitri April lalu. Namun, pandemi covid 19 yang mewabah membuat prosesnya tertunda. Ditambah banyak orang yang tidak berkantor, sehingga pengurusan adminstrasi menjadi lambat.

“Seharusnya sebelum lebaran itu sudah diterima, gara gara WFH banyak tidak berkantor sehingga pengurusan banyak yang agak lambat,” sebutnya.

Keterlambatan, kata Aswis juga dipengaruhi adanya kebijakan work from home (WFH). Sehingga banyak pengurusan administrasi yang terlambat.

“Administrasi dulu yang masuk seperti KTP, KK, nomor rekening biasanya banyak yang mati sehingga memengaruhi semua penerima,” imbuhnya.

Aswis menyebut, tunjangan itu diterima setiap sekali setahun. Angkanya pun berbeda. Pemandi jenazah Rp1,6 Juta, sedangkan iman rawatib dan guru mengaji masing masing Rp1 Juta dipotong pajak.

“Haknya dalam satu tahun diberikan Rp1 juta diberikan untuk imam rawatib dan guru mengaji potong pajak, pemandi jenazah 1,6. Sedangkan jumlah Guru mengaji sekitar 1000, 1500 Imam rawatib, dan 800 pemandi jenazah,” ungkapnya.

Komentar

Loading...