Menkeu Ketar-ketir UKM Terdampak PSBB

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto : Iwan Tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK :

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ketar-ketir usaha kecil dan menengah (UKM) terkena dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Jika sektor itu terganggu, laju pertumbuhan bisa dipastikan akan nyungsep.

“Jika usaha kecil menengah tidak dapat melanjutkan kegiatan (bisa ganggu laju pertumbuhan-red). Karena, sektor ini adalah tulang punggung bagi perekonomian kita,” ungkap Ani-sapaan akrab Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.

Dia memastikan PSBB akan memukul perekonomian. Dampak PSBB akan mengganggu produksi sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi hingga sektor jasa. Hal itu akan memicu kemiskinan, pengangguran dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Seperti diketahui, PSBB di Jakarta akan diterapkan lagi mulai hari ini (14/9). Selama ini kontribusi Dki Jakarta terhadap perekonomian nasional cukup besar, sekitar 18 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Terganggunya kinerja perekonomian Jakarta tentu akan memperkecil peluang Indonesia mencegah masuk jurang resesi yang diproyeksi akan terjadi pada kuartal III-2020.Untuk mengantisipasi dampak PSBB, Ani menuturkan, pemerintah segera merespons dengan membuat kebijakan prioritas untuk melindungi orang miskin dan rentan, dan kalangan dunia usaha.

“Dalam menggodok kebijakan, pemerintah tentu melihat aspek pandemi, aspek permintaan hingga produksi atau pasokan. Namun kita tegaskan, sisi kesehatan harus menjadi prioritas,” ujar Ani.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita khawatir pengetatan PSBB di akhir kuartal III-2020 dapat memberikan tekanan pada sektor manufaktur.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...