Muhammadiyah Samakan Penikaman Syekh Ali Jaber sebagai Perbuatan Jahiliyah

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti --muhammadiyah.or.id

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Syeikh Ali Jaber, seorang pendakwah ternama Indonesia menjadi korban penusukan pada Minggu (13/9) kemarin. Dia mengalami luka tusuk di bagian bahu kanan ketika menjadi penceramah di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Mengenai hal itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyampaikan ungkapan duka atas penusukan ulama berusia 44 tahun tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan penyerangan yang dilakukan terhadap Syeikh Ali Jaber. Itu perbuatan jahiliah,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/9).

Dia pun meminta agar kasus ini diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Polisi agar segera memproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga harus mengungkap secara terbuka identitas dan motif pelaku penyerangan,” tuturnya.

Atas penyerangan mendadak tersebut, Mu’ti meminta untuk masyarakat tidak naik pitam. Sebab, kasus ini juga tengah di dalami oleh pihak kepolisian.

“Masyarakat, khususnya umat Islam, agar tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyerangan dan memberi kesempatan kepada kepolisian dan aparatur hukum untuk melaksanakan tugas sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

“Semoga Syeikh Ali Jaber dan keluarga senantiasa sehat dan diberikan kesabaran serta tetap teguh di jalan dakwah,” tuturnya. (jpc/fajar)

loading...

Komentar

Loading...