PA 212: Ada PKI di Belakang Alfin Andrian, Setiap Ulama yang Diserang Pelaku Disebut Gila

Juru Bicara PA 212 Habib Novel Bamukmin, Senin (18/5).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin geram dengan tingkah pemerintah yang kerap menzolimi ulama.

Anehnya, setiap ulama yang dizolimi, kata Novel, pelaku kerap dikaitkan dengan orang gila. Seperti yang penikaman yang dialami Syeikh Ali Jeber.

“Ini sudah terencana, penyerangnya dikatakan nanti adalah orang gila terus,” kata Novel saat dihubungi PojokSatu.id, Senin (14/9/2020).

Anak buah Habib Rizieq ini menyebut, bahwa tudingan pelaku orang gila itu merupakan cara-cara PKI yang memang sengaja dibungkus agar si penyuruh tidak terungkap.

Selain itu, cara tersebut juga untuk membungkam dakwah para ulama di Indonesia.

“Gejala ini (disebut pelaku gila) merupakan cara-cara PKI yang terulang kembali yang terus ingin melumpuhkan unsur Ketuhanan yang Maha Esa dengan cara menyerang para ulama,” tegas Novel.

Sementara, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung belum menemukan arsip rekam medis Alfin Andrian dalam arsip selama empat tahun terakhir.

“Kita sudah memeriksa arsip rekam medis hingga mundur empat tahun. Nama yang bersangkutan tidak terdata,” ungkap Kabag Humas RSJ Lampung David kepada Radarlampung.co.id, Senin (14/9).

Menurut dia, informasi dari kepolisian, Alfin pernah berobat ke RSJ tapi tidak menjalani rawat inap.

“Informasi dari polisi ia pernah ke UGD. Tidak rawat inap. Karena itu kita minta pihak keluarga datang untuk menjelaskan kapan yang bersangkutan pernah berobat. Bisa jadi namanya tidak terdata karena menggunakan nama panggilan,” jelasnya.

Komentar

Loading...