Sentil Ridwan Kamil, Said Didu: yang Penting Hajar Anies Baswedan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menyentil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang dinilai menyerang Anies Baswedan soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta.

Said Didu menilai, ada semacam persaingan untuk mendapat kredit poin ketika menyerang kebijakan dan langkah-langkah Anies Baswedan dalam mengatasi Covid-19 di Jakarta.

“Saya katakan pour politik. Apa kaitannya Ridwan Kamil dengan larinya modal asing, gak ada kaitannya, yang penting hajar Anies.” Ujar Said Didu dikutip dari kanal YouTube MSD, Senin (14/9).

Dia mengatakan, padahal Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan jajarannya agar mengutamakan kesehatan dibanding Ekonomi. Maka tak heran, jika Anies Baswedan putuskan PSBB sebagai kelanjutan dari arahan Jokowi tersebut.

“Pak Jokowi ‘kan mengatakan bahwa utamakan kesehatan dibanding Ekonomi, Nah Anies menindaklanjuti itu dengan kembali melakukan PSBB total. Nah besoknya harga saham turun, langsung Menko Perekonomian Airlangga menyalahkan statemen Anies.” Ujar Said Didu.

Deklarator KAMI ini menilai, anjloknya harga saham bukan sja terjadi di Indonesia. Tetapi juga di pasar dunia tidak terkecuali Amerika Serikat. Sehingga dia menilai seolah sudah diatur untuk menyerang Anies Baswedan.

“Jadi sistematis sekali untuk memarahi Anies. Jadi Ridwan kamil itu agak genit juga menanggapi ini. Mungkin dalam rangka persaingan juga.” Sindir Said Didu.

Lebih jauh Said Didu menjelaskan, nilai transaski pasar modal ketika normal maka ada pada kisaran Rp 7 sampai 8 triliun. Tetapi saat ini hanya Rp 4 sampai 5 triliun per hari akibat krisis pandemi. Dia pun menanyakan data Rp277 triliun yang dikatakan hilang ketika adanya statemen Anies soal PSBB total.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan