Sentil Ridwan Kamil, Said Didu: yang Penting Hajar Anies Baswedan

  • Bagikan

“Hari itu, hanya setengah hari transaksi, berarti kalau pun keluar maka maksimum Rp 5 trilun. Dari mana 277 trilun? itu alasan pertama.” Jelasnya.

Dikatakan, untuk menganalisis harga saham, tidak hanya satu variabel. Dia menduga, penyebab utama harga saham anjlok itu bahwa adanya pernyataan akan adanya revisi Undang-Undang Bank Indonesia (BI) dan menyatakan bahwa akan ada dewan moneter. Sehingga ada semacam ketakutan bagi pelaku pasar.

“Itu artinya terjadi otoritarian di bidang moneter. Semua pelaku pasar agak was-was seperti itu, karena bisa saja ekonomi jalan dengan mekanisme pasar tetapi mekanisme kekuasaan. Pelaku pasar sangat takut adanya mekanisme kekuasaan, Ini penyebab ke dua menurut saya.” Ura Said Didu.

Ke dua, lanjut dia, pasar sudah tahu, bahwa uang tidak ada di Indonesia, pemulihan ekonomi yang dijanjikan itu bersumber dari utang dengan bunga tinggi jadi tidak ada harapan.

“Jika penyebab saham anjlok karena pernyataan Anies, maka besoknya saham makin anjlok dong, karena Anies tidak merubah pernyataannya. Malah tetap melakukan PSBB. Fakta lain bahwa hari berikutnya saham di pasar-pasar juga telah naik,” pungkas Said Didu.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan supaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhati-hati mengumumkan PSBB Total. Sebab, pengumuman kebijakan PSBB tersebut terbukti telah berdampak pada sektor perekoomian.

Ridwan Kamil mengatakan bahwa, bursa saham anjlok akibat pengumuman PSBB total tersebut. Harga saham gabungan (IHSG) terperosok. Kapitalisasi pasar berkurang hingga Rp 277 triliun, usai Anies mengeluarkan pernyataan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan