Sentil Ridwan Kamil, Said Didu: yang Penting Hajar Anies Baswedan

Said Didu-- jawa pos

Lebih jauh Said Didu menjelaskan, nilai transaski pasar modal ketika normal maka ada pada kisaran Rp 7 sampai 8 triliun. Tetapi saat ini hanya Rp 4 sampai 5 triliun per hari akibat krisis pandemi. Dia pun menanyakan data Rp277 triliun yang dikatakan hilang ketika adanya statemen Anies soal PSBB total.

“Hari itu, hanya setengah hari transaksi, berarti kalau pun keluar maka maksimum Rp 5 trilun. Dari mana 277 trilun? itu alasan pertama.” Jelasnya.

Dikatakan, untuk menganalisis harga saham, tidak hanya satu variabel. Dia menduga, penyebab utama harga saham anjlok itu bahwa adanya pernyataan akan adanya revisi Undang-Undang Bank Indonesia (BI) dan menyatakan bahwa akan ada dewan moneter. Sehingga ada semacam ketakutan bagi pelaku pasar.

“Itu artinya terjadi otoritarian di bidang moneter. Semua pelaku pasar agak was-was seperti itu, karena bisa saja ekonomi jalan dengan mekanisme pasar tetapi mekanisme kekuasaan. Pelaku pasar sangat takut adanya mekanisme kekuasaan, Ini penyebab ke dua menurut saya.” Ura Said Didu.

Ke dua, lanjut dia, pasar sudah tahu, bahwa uang tidak ada di Indonesia, pemulihan ekonomi yang dijanjikan itu bersumber dari utang dengan bunga tinggi jadi tidak ada harapan.

“Jika penyebab saham anjlok karena pernyataan Anies, maka besoknya saham makin anjlok dong, karena Anies tidak merubah pernyataannya. Malah tetap melakukan PSBB. Fakta lain bahwa hari berikutnya saham di pasar-pasar juga telah naik,” pungkas Said Didu.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...