Temuan Propam, 11 Polisi Lakukan Pelanggaran Penggunaan Senjata

ILUSTRASI. Perampokan bersenjata api terjadi di kantor jasa ekpedisi Ninja Ekspres. (Pixabay)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penanganan kasus penembakan warga oleh oknum aparat kepolisian di Jl Barukang terus berlanjut. Propam Polda Sulsel menemukan indikasi pelanggaran penggunaan senjata api.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan, mengatakan, propam sudah merencanakan untuk melakukan sidang disiplin. “Jadwalnya satu minggu atau dua minggu ke depan,” katanya, Minggu, 13 September 2020.

Dia membeberkan, ada 11 personel yang akan menjalani sidang disiplin. Semuanya terindikasi melakukan penyalahgunaan senjata api.

Namun, saat ditanyakan terkait indikasi pelanggaran pidana, ia memilih tak berkomentar. “Ke Kasat Reskrim atau Kabid Humas saja,” sebutnya, kepada FAJAR, Minggu, 13 September.

Kabid Humas Polda Sulsel, Ibrahim Tompo, menambahkan, Propam belum menjadwalkan sidang karena masih dalam tahap kelengkapan berkas. Sementara itu, 11 personel tersebut telah diserahkan ke Polres Pelabuhan untuk pengawasan.

Diketahui 11 aparat tersebut terlibat dalam peristiwa penembakan di Jl Barukang, Minggu, 30 Agustus, lalu. Peristiwa itu mengakibatkan tiga warga tertembak dan satu orang tewas.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar selaku kuasa hukum keluarga korban tertembak berharap kasus ini tidak berhenti di sidang disiplin. LBH juga berharap agar kasus ini diselesaikan secara pidana.

Apalagi, pihak korban diakui sudah melapor secara pidana. Sebab aparat diduga keras melakukan penyalahgunaan senjata api hingga mengakibatkan korban meninggal.

Komentar

Loading...