Ahli Virus Tiongkok: Virus Corona Dimodifikasi di Laboratorium Wuhan

Selasa, 15 September 2020 18:18

Dr Li-Meng Yan, ahli virus asal Tiongkok memilih kabur dari negaranya untuk mengungkap fakta baru yang ditelitinya terkait virus corona. (New York Post)

FAJAR.CO.ID — Seorang ahli virus asal Tiongkok mengklaim memiliki bukti ilmiah bahwa virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 sebenarnya dimodifikasi di sebuah laboratorium di Wuhan, Tiongkok.

Ahli virus itu pun memilih kabur dari negaranya untuk mengungkap fakta baru yang ditelitinya terkait virus corona.

Dia adalah Dr Li-Meng Yan. Dia berbicara dalam sebuah wawancara pada Jumat (11/9/2020) lalu di acara talk show bertajuk Loose Women. Lokasinya sendiri masih dirahasiakan. Dr Yan disebut masih dalam persembunyian.

“Virus ini (virus corona, Red) bukan dari alam,” tegasnya, seperti dilansir dari Science Times, Selasa (15/9/2020).

Dr Yan yang saat itu bekerja di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hongkong, diminta mempelajari sekumpulan kasus dari virus tak dikenal pada Desember 2019. Dia menjelaskan, karena mendapat kedua gelar dari Tiongkok, maka dia ditugaskan untuk menjadi bagian dari penyelidikan rahasia tentang apa yang dianggap sebagai jenis baru penyakit pneumonia.

Dia mengatakan hal itu setelah melaporkan temuannya kepada atasannya yang juga menjabat sebagai konsultan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu, baik atasannya maupun WHO tidak memberikan tanggapan dan justru memperingatkannya. “Jangan melewati batas dan diam,” ungkap Dr Yan menirukan peringatan dari atasannya.

Dikarenakan masalah tersebut mendesak, dia menghubungi YouTuber Tiongkok terkenal yang berbasis di Amerika Serikat. Dalam paparan berbahasa Tiongkok dijelaskan beberapa poin. Pertama, Pemerintah Tiongkok baru saja menemukan Covid-19. Kedua, sudah ada penularan penyakit dari manusia ke manusia. Ketiga, ada mutan yang tinggi, virus akan segera menjadi wabah. Keempat, pasar makanan laut di Wuhan dan inang perantara virus hanyalah tabir.

“Virus ini bukan dari alam. Ini berdasarkan China Military Institute dan memiliki beberapa virus corona jahat bernama CC45 dan ZXC41. Berdasarkan itu dilakukan modifikasi di lab menjadi virus baru,” jelasnya.

Ketika pembawa acara Christine Lampard bertanya dari mana asal virus itu, Dr Yan menjawab bahwa virus itu dari laboratorium di Wuhan. Bahkan dikendalikan oleh pemerintah Tiongkok.

Sejak Januari, hingga dia harus melarikan diri dari Tiongkok pada April, ahli virologi tersebut mengaku terus mempelajari virus tersebut. Bekerja dengan sekelompok ilmuwan, Dr Yan berencana merilis laporannya tentang virus Korona.

Untuk membuktikan secara meyakinkan bahwa virus tersebut memang berasal dari laboratorium Wuhan, laporan ilmiahnya akan memasukkan urutan genom virus. Dia menjelaskan bahwa urutan genom virus mirip dengan sidik jari pada manusia. Hal itu nantinya akan membuktikan alasan virus Korona disebut berasal dari laboratorium Wuhan.

“Siapa saja, meski tidak memiliki pengetahuan biologi, dapat membacanya. Selain itu, dapat memeriksa serta mengidentifikasi dan memverifikasi sendiri. Ini adalah hal penting bagi kami untuk mengetahui asal mula virus, karena akan mengancam jiwa semua orang,” beber Dr Yan.

Ketika ditanya apakah dia khawatir akan keselamatannya karena telah mengatakan hal mengejutkan, Dr Yan mengatakan adalah hal yang wajar.

“Sejak awal, saya memutuskan untuk menyampaikan pesan ini kepada dunia. Sangat menakutkan saat itu tetapi saya tahu itulah yang harus saya lakukan karena saya adalah dokter. Saya ilmuwan,” pungkas Dr Yan. (jpc)

Bagikan berita ini:
9
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar